love is never over-

love is never over-

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 18, 2018
Sudah lama aku inginkan keluar atau mencapai finish zona ini, dimana nanti aku keluar sebagai pemenang atau orang yang kalah. Yang aku tahu aku sedang berusaha menggapai garis finish, aku sudah lelah disini, aku sudah terlalu lama berputar putar dengan zona yg entah akan membawaku sebagai apa. Dan pada malam ini, malam yg penuh dengan sejarah dalam hidupku malam yg dimana sudah ditakdirkan semesta bahwa aku keluar dari zona ini sebagai seorang yg kalah, bukan kalah dengan berjuang bukan aku sangat selalu berjuang, bukan juga sebagai seorang pecundang yg tidak mengatakan apa yang ada dalam diriku tidak aku sudah mengatakan nya bahkan sudah sejak pertama aku mulai berada di zona ini. Kau tahu aku keluar dari zona ini sebagai seorang yang pintar. Iya aku pintar ! Keluar tanpa kamu suruh, mencapai garis finish sendiri sebagai orang yang pintar. Bahkan aku sangat pintar untuk sadar dengan siapa aku. Aku juga pintar menyadarkan diriku bahwa ada banyak yg harus kukejar bukan hanya garis finish mu, tapi juga garis finish hidupku, takdir sudah ditulis oleh semesta ada dan tidak nya aku sebagai pemenang yang aku tahu aku pernah memperjuangkan orang yg salah. *see you next time tuan -eaes
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Life
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu
  • flashback~
  • Hanya karena itu kalian membenciku? [Boboiboy Taufan Sad] |Complete
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • Don't Talk About Money
  • HE IS MY MINE!
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]
My Life

Gue ga suka terlalu banyak basa-basi. Jadi langsung aja gue kenalin diri gue ke kalian. Nama gue Jessica, dan gue salah satu orang yang punya kehidupan hanya di malam hari. Gue seorang pelacur. Well, gue ga nyangkal ato ngelak dari kenyataan itu. Toh, gue emang beneran pelacur kok. Ada juga yang bilang gue jablay, wanita murahan, dan seterusnya. Tapi intinya sama aja kan? Jijik? Gue nggak jijik sama diri gue tuh. Bagi gue, pelacur itu pekerjaan gue. Jadi terserah aja pikiran kalian apa. Kalo kalian mau berhenti baca cerita gue, ga masalah. Karena gue yakin banget lu bakal ngerasa jijik sama cerita ini. Tapi kalo mau lanjut, ya silahkan aja. -Jessica-

More details
WpActionLinkContent Guidelines