Puisi Ungkapan Hati || Slow Up Date

Puisi Ungkapan Hati || Slow Up Date

  • WpView
    Reads 393
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 22, 2018
setiap orang, setiap masing-masing pribadi memiliki kemampuan yang berbeda. Ada yang ahli dalam bereksperimen, ada yang ahli dalam bernyanyi, dan salah satunya sastra. Tetapi bedanya yang aku tuang bukan kisah fiction seperti para penulis favoritku. Bahkan aku sendiri masih penulis awal. Yah, yang ingin kutuang adalah imajinasiku dalam memberi karya puisi yang mengandung unsur cinta, patah hati, persahabatan, keluarga, dan kehidupan.
All Rights Reserved
#297
missing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Rindu yang berjarak
  • Perihku Ditinggalkan
  • Hurt Inside
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines