Story cover for Miracles by amelyhrdpp03
Miracles
  • WpView
    Membaca 50
  • WpVote
    Suara 9
  • WpPart
    Bagian 2
  • WpView
    Membaca 50
  • WpVote
    Suara 9
  • WpPart
    Bagian 2
Bersambung, Awal publikasi Mar 18, 2018
90% real story
"Jangan bego! Kehidupan bukan cuman soal cinta. Ada hal yang jauh lebih penting untuk dipikirkan dari pada sekedar cinta. Emang cinta bikin kamu seberapa seneng? Selama apa senengnya? Ga lama kan? True love bakal datang di waktu yang tepat dan di tempat yang tepat. So? Kamu gak usah khawatir. Aku yakin kok tujuan utama mu di dunia ini bukan untuk sekedar masalah cinta, tapi ada hal yang jauh lebih besar dari itu. Tapi bukan berarti hidup gak perlu cinta. Perlu. Tapi untuk seusia kita, apa iya cinta terlalu di perlukan?"

Dan setelah kalimat itu terlontar, aku hanya bisa diam.




cover by: pramarshaamaliaz
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Miracles ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#316realstory
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
You're Here, But Not For Me oleh MyMiela
8 bab Bersambung
Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
My Perfect BoyFriend cover
You're Here, But Not For Me cover
kaLAna: Two Different Worlds cover
L.O.S.T Don't Know How to Love cover
BREATHE  cover
Love In Paris (COMPLETED) cover
Perjuangan Hati cover
Regrets of Love cover
You Promised [END] cover

My Perfect BoyFriend

92 bab Lengkap

Cinta itu suatu hal yang tabu, tak nampak, tak bisa di sentuh, tak tau juga seperti apa, tak dapat di jelaskan dengan kata-kata bukan? tapi dapat di rasakan oleh hati. Begitupun cintaku, aku tau cintaku tak dapat terlihat oleh mu, karena memang tak mungkin terlihat bukan? Seberapa besarnya, seberapa tingginya, seberapa luasnya, seberapa dalamnya dan seberapa banyaknya, kau tak perlu tau semua itu, kau hanya perlu tau satu hal, cintaku ya cuma kamu, hanya kamu. Saat itu, saat ini, sekarang, dan selamanya. Kalau kau ingin bukti dari semua itu, jujur saja aku tak bisa membuktikannya, tapi jika ada alat pengukur cinta, aku pastikan aku tidak akan membuatmu kecewa. _Terimakasih telah hadir dan menetap, di saat yang lain hadir kemudian lenyap_ Story by Diah Triyani ---- Mohon perhatiannya, cerita ini murni hasil karya saya sendiri. Jadi, diharapkan tidak ada yang mengcopy cerita ini. Sekian, terimakasih. ---