Coldest Prince (On Going)

Coldest Prince (On Going)

  • WpView
    LECTURAS 454
  • WpVote
    Votos 43
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, dic 9, 2019
"kakak ganteng, mau gak jadi pacar Handa? mau yah? Handa gak nakal kok, Handa pasti nurut sama kakak. Kakak ganteng mau kan?" . . . "maaf, gue gak suka bocah. gue sukanya yang gede-gede." . . . "Handa udah gede kok, udah kelas 1 SMP, bentar lagi SMA." . . . "lo gak ada melonnya. Datar." --- menerima penolakan beberapa kali tidak membuat Rehanda Cailtyn Hermawan jera. beberapa kali juga menerima hujatan namun tidak ada yang mempan juga. bertemu dengan Seorang Nathaniel Robertson membuatnya harus selalu ekstra penuh untuk menguatkan hatinya, karena hanya penolakan dan hujatan dari laki-laki itu yang bisa membuat hatinya merasakan sakit yang teramat dalam.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • To Choose an Enemy (End)
  • Something About You
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Kasat Rasa [Ongoing]
  • You're My Sunshine
  • Date With Benefit
  • The Real Brengsek Boy (END)
  • Prestige
  • Stay? [COMPLETED]

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido