Rama tanpa Sinta

Rama tanpa Sinta

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Wed, May 16, 2018
Namanya Sinta Dwi Pitaloka.Sinta panggilannya.Dia kutemukan di bis jurusan london-manchester. Sejak kejadian itu,kami bertukar kontak.hubungan ku dengannya semakin dekat.pacaran?.aku harap tidak usah terjadi lagi,aku kapok dibuatnya.soal pacaran,nanti aku ceritakan. Waktu terus berlalu,berbagai kisah kulewati dengannya.senang,sedih,konyol.semuanya ada,karna sinta berbeda dari rata rata wanita lain.dia mengisi hari juga hati.ya tuhan tolong hambamu yang lemah ini,aku tak mau terjebak dalam cinta yang semu lagi... Di dalam tulisan ini akan kuceritakan tentang dunia,tentang hidupku dan sahabat,tentang cobaaan,tentang taubat,tentang dunia,dan tentang dia,Sinta Beberapa bagian diambil dari kisah nyata. Sebagai pemula dalam dunia menulis,kritik dan saran sangat diperlukan author.biar masa depan menulisnya cerah.selamat membaca.semoga tulisan saya bermanfaat.semoga pembaca sukses dunia akhirat,sehat selalu,panjang umur dan rezekinya berkah.aamiin :)
All Rights Reserved
#53
sinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • Kamu [SELESAI]✔
  • BAD LIAR (Completed)
  • The Ugly (END)
  • Dia dan Doa
  • In Bed Bastard (TAMAT)
  • DI ANTARA [COMPLETE]
  • ALESYA (END)
  • My Duchess / End

Tak ada hal yang harus Carla tolak jika dia datang kembali. Walau sudah berulang kali perjuangannya tidak dihargai. Jika dia menolak. Mungkin itu adalah hal paling bodoh selama 3 tahun ini dia perjuangkan dan menunggu. Laki-laki itu datang tanpa keberanian. Hanya dengan rangkaian bunga sebagai sosok dirinya dan selembar kertas sebagai mulutnya. Betapa bahagia Carla. Tuhan baik kepadanya setelah kenyataan mengikhlaskan kedua orangtuanya untuk pergi selama-lamanya. Laki-laki yang dia cintai selama ini, kini selalu bersamanya. Menggantikan sosok kedua orangtua. Walau memang tak sepenuhnya. Namun jika dia mendapat pilihan. Pertama, kehilangan kedua orangtua tetapi apa yang telah ditunggu datang. Kedua, orang yang telah ditunggu-tunggu tidak pernah datang, namun sosok kedua orangtua ada selalu untuknya. Tanpa berpikir dua kali, dia akan memilih yang pertama. Namun apa boleh buat, jika takdir berkata lain. Ketika dia harus menerima kenyataan kedua. Semua itu terjadi. Carla memutuskan untuk hidup sebatang kara. Ketimbang dia ikut dengan abang dan adiknya. Dia lebih senang di Indonesia walau sendiri. Karena hanya rumah yang ditempatinya kini pernah merasakan kekeluargaan. Takdir berjalan lagi lebih cepat. Tuhan mengambil semua miliknya. Orang yang dia sayang dan begitupun dengan ingatannya. Semua begitu cepat berubah hanya dalam waktu beberapa bulan. Semua kehidupannya berubah. Kini dia tinggal bersama keluarga kecilnya. Selalu ada kebahagiaan dibalik kesedihan yang mendalam. Dengan hadirnya seseorang yang begitu cepat mencintai Carla dengan sepenuh tanpa dia sadari. Namun marahnya tak bisa dia kendali saat tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi kurang lebih 1 tahunn lalu. Betapa pahit rasanya mengetahui apa yang terjadi. Kemarahan itu Carla lampiaskan kepada semuanya. Keluarga keciln dan orang yang sepenuh hati membantunya untuk sembuh dan berusaha membahagiakannya. Sampai akhirnya kesadaran dia rasakan. Setelah kehilangan itu terjadi. Namun Tuhan ................

More details
WpActionLinkContent Guidelines