Ferro Vs Dinda

Ferro Vs Dinda

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 22, 2018
Orang tua Dinda melarang Dinda untuk berpacaran di umurnya yang masih 16 Tahun, dan baru memasuki dunia putih abu-abunya. Katanya, Dinda Alfiora harus mementingkan pendidikannya terlebih dahulu daripada semuanya. Namun, pemikiran Ferro berbeda. Ia sangat menyukai adik kelasnya itu. Badboy sekolah ini, terus saja mengusik Dinda hingga pada akhirnya keduanya memiliki rasa yang sama. Namun pada kenyataannya, Dinda mendekati Ferro hanya karena ingin merebut posisi Ferro yang ternyata 'Best Student' atas prestasi non akademiknya. Mengetahui itu, Ferro akhirnya memilih untuk bersaing dengan Dinda, dan mempertahankan gelarnya. Tapi, apa perasaan mereka harus tersakiti karena persaingan itu? *** Ps: Cerita ini pernah di publish pada tahun 2017 dengan judul "Arkan Vs Dinda" Tapi, sekarang berganti judul yaitu "Ferro Vs Dinda."
All Rights Reserved
#3
ferro
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • A & A
  • Kopi pahitku
  • Suddenly Becomes Samara In The Novel
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • My Crush [ END ]
  • Tentang Hery [Sudah Terbit Di Rex Publishing]
  • REVENGE
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • AKU FIGURAN (END)

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines