Cinta Dua Benua

Cinta Dua Benua

  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 20, 2018
Hilir mudik angin yang bergemuruh tak berpengaruh pada hati yang rapuh. Merintih menahan perih, meronta memprovokasi mata untuk mengeluarkan cairan mutiara yang meleleh seketika. Bagaikan daun yang jatuh luluh ke bumi, hingga sulit rasanya untuk menggapai mimpi yang berada jauh dari jangkauan jari. . . . . . ➡ Cerpenku yang masuk 10 besar di festival bulan bahasa MAN 2 Bandung (17 Oktober 2017) Happy reading💕
All Rights Reserved
#9
cerpenku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • After My Prayed
  • HORROR
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Cerpenpedia
  • My Quuen is Bad Gril
  •   Cerita Acak ; ALTERNATIF UNIVERSE  & ONE SHOT STORY
  • Sebelum Cahaya Tidak Ada [Kumcer] [Tamat]

Baca dulu 3 part ya, kalau seru maka lanjutkan hehe Happy Reading dan jangan lupa Vote sebelum membaca ya 😇 ________________________________________ Sorot mata yang tajam namun juga indah. siapa sangka aku bertemu lagi dengan mata indah itu setelah sekian lama aku jatuh hati lagi dengan kerlingannya kerlingan mata yang bagaikan senja disore hari Mata itu memang indah namun ada penyesalan mendalam setiap kali aku bertatapan dengannya. Rasa penyesalan yang mendalam dan rasa bersalah yang takut tak termaafkan. Andai kau tau aku telah jatuh hati denganmu, dengan binar mata indahmu Kau adalah penenang bagiku, melihatmu adalah candu untukku. Tapi apa kau akan memaafkan aku Keyra Ulfa Mutiara? Aku mohon jangan pergi lagi dari hidupku Jadilah pelita yang menerangkan hidupku yang penuh kegelapan karena kesalahan. ~Dafa~ Cinta? aku tidak tau apa itu cinta... Aku mendayung sampanku hingga ke tengah lautan Ombak besar sering kali menerjang, Aku sendirian, menghadapi badai yang tak segan menyerang Aku hanya berpegang pada Sang Pencipta Kasih sayangnya menolongku, membawaku menepi pada indah nya pulau Desir angin di pulau itu menyejukkanku Ku temukan seseorang yang begitu sangat membuatku jatuh hati ketika aku melihatnya senyumnya memberikan rasa nyaman tersendiri Tapi bagaimana jika dia yang aku cintai adalah orang yang telah membuatku juga berada di tengah lautan. membuatku menerjang badai besar dengan hempasan ombak tanpa ampunan Haruskan aku memaafkannya dan menerimanya? Oh Allah lapangkanlah hati ini agar mampu mencintainya dan menerima kesalahannya ~ Keyra ~

More details
WpActionLinkContent Guidelines