We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
About Time

About Time

  • WpView
    Reads 182
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 22, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kau tau kan ? Bagaimana rasanya mencintai seseorang secara sepihak. Apalagi cinta itu adalah cinta pertamamu. Bahagia ? Ya. Bahagia mencintainya diam-diam. Sesakit itu harus bertahan dalam gejolak perasaan yang semakin mendalam. Meski demikian tetap saja harus di lakukan, harapan demi harapan berharap akan ada kepastian. Sungguh berat ! Ketika.... Bertahan dalam rasa sayang dan... Jatuh cinta sendirian dalam waktu yang panjang.
All Rights Reserved
#424
firstlove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Memory Of First Love [Completed] ✓
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • School Love Story❤
  • A Love That Heals
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Traces in the Light
  • Still Ours [Hiatus]
  • TURNING 20!!!
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines