Digdaya Satire

Digdaya Satire

  • WpView
    LECTURAS 30
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 1, 2019
Ini Indonesia di tahun kemerdekaannya yang ke-139. Tempurung-tempurung kekuasaan merajalela, pasung-pasung melarat berebah-jimpah. Si tamak berkuasa, para bedebah bersulang tuak, golongan rendah mengobral kehormatan, sang damai turut merapal do'a, sementara golongan tengah terombang-ambing mengikuti arus kemana alur membawanya. Hancur moral, rusak pulau, tergerus pikiran. Selamat datang di negeri Indonesia di tahun menuju kehancuran-2084.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Ice [TAMAT]
  • TNO: The Last Day of Asia
  • Kecantol Mas Akpol  [END]
  • Savior of world ( 4 gilr's from earth besiege to drak ) END
  • Partner in Past
  • Permintaan MAAF
  • Avontur
  • story of palestine(SOP)
  • Basir & Marianna [TERBIT]
  • Dituliskan Takdir

Sebuah tempat yang membuat dunia berubah, menjadi awal kedamaian diiringin kehancuran. Kejahatan pun bagai badai yang melanda dunia hingga hancur. Pengorbanan pun terjadi. Namun, semua pengorbanan ternyata sia-sia. Kejadian pada 1000 tahun yang lalu terulang, membuat semua masyarakat ikut menjadi korban bahkan anak-anak pun berperang. Hingga pada akhirnya pembawa kedamaian lahir, menjadi harapan bagi semua orang. Dunia ini hanya berisi orang-orang jahat dengan keserakahan yang tiada batas. Membuat mereka yang lemah menjadi sasaran empuk akan kejahatan itu sendiri. Hanya kedamaian yang membuat kejahatan tak dapat merajalela. Kedamain harus dijaga, tak boleh seorang pun berpikir untuk menjadi jahat agar kejahatan tak menguasai dunia. ♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤ ■Jangan lupa vote dan komen ketika membaca ■HAPPY READING■

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido