Digdaya Satire

Digdaya Satire

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 1, 2019
Ini Indonesia di tahun kemerdekaannya yang ke-139. Tempurung-tempurung kekuasaan merajalela, pasung-pasung melarat berebah-jimpah. Si tamak berkuasa, para bedebah bersulang tuak, golongan rendah mengobral kehormatan, sang damai turut merapal do'a, sementara golongan tengah terombang-ambing mengikuti arus kemana alur membawanya. Hancur moral, rusak pulau, tergerus pikiran. Selamat datang di negeri Indonesia di tahun menuju kehancuran-2084.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avontur
  • Mutasir Kritis (PROSES)
  • The Bodyguard Hero
  • The Ice [TAMAT]
  • Tentara Idola [END]
  • Cool People
  • D I A N A
  • La fadz
  • Partner in Past
  • Savior of world ( 4 gilr's from earth besiege to drak ) END
Avontur

Hancur! Persatuan tak lagi dapat dirasakan. Ideologi-ideologi terbengkalai oleh opini yang tak pasti. Hidup dan bertahan dari sumber daya alam yang nantinya tak tersisa. Menyisakan penyesalan yang tak kunjung henti. Indonesia dengan teknologi di era industri ternyata tak membuahkan hasil. Seluruh teknologi yang membutuhkan sumber daya yang utama tidak dapat beroperasi. Transportasi pun sangatlah minim. Pada akhirnya, Indonesia kembali pada abad ke 18-an. Terkecuali pada sepetak daerah tertentu yang masih dapat merasakan kehidupan yang lebih baik, meskipun tidak sesempurna kala itu. Mereka, sekelompok remaja yang penuh akan pertanyaan tentang masa depan. Mencari jalan untuk kebahagiaan. Menggapai arti PERSATUAN. Sekelompok remaja dengan sifat berbeda, mencari sebuah kepastian. Sedikit kisah melodrama dan dibumbui romansa ada di dalamnya. Mewarnai kehidupan yang selama ini dipenuhi derita. Apakah Indonesia akan beragam dalam perjuangan yang dilakukan oleh para remaja itu? Ataukah takdir tak akan berubah, meski telah diperjuangkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines