suara Alfia Rahmah

suara Alfia Rahmah

  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 2, 2025
Saya Alfia Rahmah, seorang wanita yang sedang berjalan memahami sebuah ilmu kehidupan. Tulisan ini merupakan salah satu ungkapan suara hati yang pernah saya alami dari setiap pengalaman hidup yang berharga. Disini saya hanya sedang mengimplementasikan suara-suara yang berada di dalam hati saya untuk menemukan suatu pemikiran yang baru dan yang seharusnya dari seluruh pengalaman hidup yang pernah saya alami sendiri, serta menjadi suatu pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga bagi saya, Saya menulis ini hanya ingin berbagi pengalaman yang pernah saya alami dan mungkin bisa menjadi salah satu referensi bagi kalian yang pernah mengalaminya juga untuk menemukan suatu pemikiran yang baru dan yang seharusnya. Jakarta, 20 Maret 2018 ~AR~
All Rights Reserved
#73
ungkapanhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Secret Admirer (Completed) / [Septian David Maulana]
  • Nothing, But You...
  • Mendadak Nikah Dengan Tetangga

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines