We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mahar Bukan Mawar

Mahar Bukan Mawar

  • WpView
    Reads 477
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 13, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
"...yang diinget Fatih dari lo cuma satu kata yaitu jyjyqs, pake y, pake q, pake s," hina Zain kepadaku. "Biarin cinta itu butuh perjuangan. Cewek alim nggak selamanya baik," jawabku sambil meletakan ujung kerudungku di belakang punggung. "Mending lo sama gue. Lo mau minta coklat, boneka, ataupun mawar bakal gue kabulin deh." "Tanda cinta yang beneran tulus itu mahar bukan mawar," ucapku dan meliriknya sinis. "Ya udah, yuk nikah ama gue!" Sumpah untuk kali ini bercandaan dia gak pake mikir. "Inget ya! Selain talak, ucapan khitbah itu juga nggak bisa dimainin, nggak bisa dibuat bahan tipuan, nggak bisa dijadiin guyonan nggak lucu kamu," ingetku padanya. "Kalo gue serius gimana?" Deg, jantung seakan mendadak berhenti sangking terkejutnya.
All Rights Reserved
#42
khitbah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arista ( Tamat )
  • MEMBUAT SUAMI MENYESAL
  • Istri Sah Ikky [B×B]
  • Crazy Marriage
  • Cloera Love Ending
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • ℝ𝔼𝕍𝔸���𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Mr. Right For Now
  • SAMUDRA HATI ( ✔ )
  • ArKa (End)

" Melamar? " Pak Ari terkejut, lalu ia melihat hantaran yang ada dimeja. Iya ini lamaran. Batinnya "Iya pak, putri bapak sudah menyetujui bahkan sudah menyebutkan mahar yang diinginkan nya" terang Abimanyu. " Benarkah?" Pak Ari semakin kaget, Arista diruang tengah pun kaget. " Iya pak" jawab Prabu " Arista sini nduk" Arista menuju ruang tamu didampingi ibunya. Bu siti tersenyum kepada para tamu. "nduk,Iki mau (ini tadi) nak Prabu bilang mau ngelamar kamu, kamu katanya udah nyebutin mahar?" Arista bingung, lalu dia memandang prabu seketika itu dia teringat dengan obrolan tadi siang yang ia anggap hanya bercandaan namun diseriusi oleh Prabu. " Aduuh,aduh sakit pak" " dilamar orang gak ngomong main terima aja" pak prabu mencubit hidung anak nya " sekarang pandang-pandangan , karena kamu udah Nerima, kita langsung akad nikah sekarang"

More details
WpActionLinkContent Guidelines