With My Way

With My Way

  • WpView
    Reads 2,897
  • WpVote
    Votes 438
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 8, 2019
Galih lelaki dengan kepribadian yang baik dan cukup taat dalam agama, paham dengan nilai-nilai keagamaan. Galih bersekolah di perguruan tinggi luar negri yaitu di Qairo Galih mendapatkan beasiswa di Al-Azhar University Kairo karena berkat kepintaran dan hafalan surah nya yang sudah hatam 30 juz' sampai di suatu hari Galih pulang ke Indonesia karena sedang masa berlibur Galih-pun di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan wanita bernama Ratna wanita yang cantik, pintar, tapi sangat jauh dari agama dan tabu dengan nilai-nilai ke-islaman. Dan di satu sisi ada perempuan yang sedang menunggu kepastiannya untuk menjadikannya sebagai teman hidup."Mau ga jadi istri aku?" "Hah? Mas lagi ngelamar aku?" ucap wanita yang bernama Aisyah. "Tapi kamu harus nunggu aku sampai 6bulan, mau kan?" Bagaimana kelanjutannya? Hehe baca aja ya!
All Rights Reserved
#8
ratna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Secretly Yours
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • Jalan Kita Berbeda [✔]
  • Serenyah Rasa
  • Aisyah
  • Antara Aku Dan Kamu (On Going)
  • My Love is on Paper
  • Mahligai Cinta [END]✓

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines