98 JAM
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 20, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Bumi adalah satu-satunya orang yang selamat dari ledakan nuklir di pabrik tempatnya bekerja. Keselamatannya bukanlah sebuah keajaiban. Dokter memvonis Bumi hanya bisa hidup selama 98 jam saja. Di sisa waktu yang dimiliki ia mencoba meresapi rencana kematian. Kematian yang diikuti oleh kematian.
Creative Commons (CC) Attribution
#129
dystopian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Noli Desperare - NPC2301 TerraWalker Series Role Play Event
  • Project : NOIR
  • Planet itu bernama Bumi  | Part 1: Tentang Farbe
  • Step Brother [#1 FHS]
  • THE RIFTER Jilid 1 (END)
  • Elegi Semesta
  • The Only Earth [Fin]
  • The Secret of Canara

"Scientia Ipsa Potentia Est." "Knowledge Itself is Power." "Fléctere si néqueo súperos Acheronta movebo." "If I cannot move heaven, I will raise hell." Harapan Silas hanya satu, 'Bertemu Bunda di surga kelak.'. Kehidupan yang keras menyebabkan Silas harus rela berpisah dari Bunda di usia yang masih belia. Akan tetapi, berkat kecerdasannya yang cara memodifikasi kaktus agar bisa dimakan dan bertahan lama di cuaca ekstrim pada usia 18 tahun, Silas dibawa ke Liberté. Di kota yang katanya adalah sebuah Utopia, Silas dididik menjadi peneliti papan atas meski dengan peralatan seadanya. Namun, seperti air danau yang tidak mampu memperlihatkan apa saja kengerian di dalamnya, Liberté pun menyimpan rahasia gelapnya. Tersebar desas-desus yang meresahkan, koloni termakmur itu tak lagi mampu menopang kebutuhan penduduknya. Listrik yang sering padam, makanan yang mulai dibatasi, udara yang terasa berat, air yang memiliki bau entah apa. Sistem penunjang hidup di Liberté terancam walau kanselir berkata bahwa semua baik-baik saja. Dibalik itu, pemerintah mengundang para ilmuwan yang dianggap mampu memecahkan masalah. Sistem penunjang hidup harus kembali berjalan! Tak hanya itu, seorang wartawan juga diundang ke laboratorium utama untuk menyebarkan berita baik dari kemajuan usaha yang dilakukan oleh dewan, berharap dapat meredakan keresahan dari para penduduk. Sebuah jalan keluar yang tampak sempurna di atas kertas. Namun, benarkah itu yang sebenarnya akan terjadi? Ataukah rencana itu sama seperti pantulan cahaya di permukaan danau yang menyembunyikan kebenaran di bawahnya? 💖💖💖💖💖💖💖 Diikutkan kegiatan Role play NPC2301

More details
WpActionLinkContent Guidelines