Recuerdos de Lluvia

Recuerdos de Lluvia

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 24, 2018
Penulis amatiran yang mampu berkarya. Don't copy my story. My first story. QAA. --------------------------------------------------------------------------- Angkasa itu terlalu tinggi untuk digapai, Angkasa itu hanyalah mimpi yang tak mampu tercapai, Dan, Angkasa itu adalah misteri tersulit yang tak mampu terpecahkan olehnya, Sang Hujan. Hujan itu adalah sebutir keindahan yang tak mampu terucapkan, Hujan itu adalah secercah harapan yang sulit untuk di wujudkan, Dan, Hujan itu adalah kepedihan yang bisa menampilkan indahnya pelangi di atas langit yang tinggi, Tapi, Jangan pernah menjadi hujan di malam hari yang tak mampu menampilkan keindahan pelangi untuknya, Sang Angkasa. --------------------------------------------------------------------------- Cerita ini hanya fiktif belaka dan murni imajinasi penulis amatir jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, latar kejadian itu bukan faktor kesengajaan. Beri vote+coment ya guyss. I love you all.😊 QAA.
All Rights Reserved
#551
ayu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Dia dan Doa
  • Ustadz Is My Husband
  • ANGKASA [ #1 PWR Series ]
  • TAKDIR ALYA
  • ZAIGAL [END]
  • ALTHAZAIN

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines