Esperanza

Esperanza

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 17, 2018
Ketika kamu datang untuk memperkenalkan dirimu padaku. Aku membuka lebar untuk itu. Tapi ketika kamu mencoba masuk ke dalam hatiku. Aku membatasi itu. Karena apa? Karena aku tidak ingin merasakan dimana aku akan jatuh ketika cinta yang entah dapat terbalaskan atau tidak, yang pada akhirnya hanya jadi sebuah harapan. "Jangan bilang sayang kalo hati kamu aja masih buat orang lain." - Gita Pramudita
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regrets of Love
  • Be My Light
  • Fragment [END]
  • My Enemy is My Love
  • Runaway Love
  • flashback~
  • Soal Rasa 2
  • Perfect Change
  • Relationshit (Completed)
  • Struggled

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines