Sandaran Sahabat

Sandaran Sahabat

  • WpView
    Reads 566
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 23, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Aku gak tau apa yang membuat mereka nyaman bercerita apapun yang mereka rasakan dengan ku.. Walau kadang aku kurang nyaman dengan semua hal yang terlalu mereka curahkan padaku.. Karena beberapa dari mereka bercerita tentang keluarganya.. Aku yakin mereka tau itu adalah aib keluarga, dan dalam agama Islam kita tidak boleh bercerita aib keluarga pada siapapun.. Aku yakin mereka tau itu.. Yah walaupun begitu.. Aku paham kok kenapa mereka bercerita.. Meluapkan semuanya tanpa jeda.. Berkata seolah semua akan terlepas dan dada menjadi legah.. Mangkanya aku diam dan bersedia mendengarkan tanpa upah.. Karena terkadang seseorang butuh tempat untuk bersandar.. Walau mereka tau tempat terbaik itu adalah Allah subhanahuata'ala.. Tapi mereka akan lebih berasa kalau yang dicurhakan dengan orang yang nyata.. Bukan tak yakin dengan Dzat Yang Maha Bijaksana.. Mereka hanya manusia yang tidak sabar, ingin mendapat solusinya.. Tanpa mau menunggu lama, hahah.. Ntahlah, aku bukan Tuhan yang bisa baik sekali dalam memberi solusi.. Setidaknya mungkin aku perantara Allah untuk mereka yang tidak sabaran itu dalam menanti pertolongan Allah yang slalu saja tepat waktunya.. ahahah.. Tenang saja.. Aku akan meminta izin dari pihak-pihak yang bersangkutan dalam cerita ini.. Dan maaf buat kalian, kalau ada curhatan yang tidak nyata.. Bukan tidak nyata, hanya saja ku tambahkan sedikit micin biar tak membuka aib mereka.. Lebih tepatnya seperti sensor.. hahaha krik! -_- Jangan lupa dukung aku yah.. Aku gadak apapanya tanpa Reader luar biasa seperti kalian.. Yang mau memberikan quotanya ntuk membaca ceritaku yang nyata juga fiktif ini. Semoga suka yah guys..
All Rights Reserved
#5
firstday
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kurindu Baginda✔️ [END]
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Zidan With Syakira
  • Assalamualaikum Cinta
  • Air Mata Cinta
  • Masa depan yang terulang
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • QODARULLAH
  • Izinkan Aku Untuk Berubah

Kisah ini sangat mengajarkan saya arti dari istiqomah yang sesungguhnya. Berubah karena Allah, mencintai karena Allah, melupakan karena Allah, persahabatan karena Allah, juga meyakinkan saya bahwa takdir tidak akan berpindah haluan. Apapun yang diniatkan, jika hanya untuk mencari Ridho Allah, In syaa Allah akan Allah mudahkan. Juga mengajarkan saya suatu peran seorang anak terhadap orangtua dan keluarga (Adik-adik). Dan membuat saya mengerti, apa yang kita usahakan dengan bersungguh-sungguh pasti akan kita tuai hasilnya. -Wilrosmalinda- Cerita Kurindu Baginda ini bikin aku baper, sekaligus terharu. Perjuangan Arsya memang hebat, seandainya masih ada orang yang benar-benar seperti itu di dunia ini. Cerita ku rindu baginda juga buat aku sadar bahwa cinta yang harus diutamakan adalah cinta kepada Allah dan Rasulullah. -Adila- [Salah satu review Kurindu Baginda] • Ketika semua pertanyaan yang ada di hidup ini tak dapat satu pun orang yang mampu menjawabnya, Maka ketika itu pun hatiku berkata, "Ya Rasulullah, seandainya kau masih bersama kami. Maka, tuntaslah segala rasa rindu serta ketidakberdayaan kami dalam menaungi kehidupan di akhir zaman ini." -Arsya- Ini kisahku Ketika sebuah kata yang disebut 'hidayah' telah diberikan Allah padaku. Kisahku ini dimulai ketika semua telah berubah. Tak lagi sama dan tak lagi asyik, kata mereka. Ini kisahku Kisah dimana aku sangat merindukan beliau. Kisah dimana aku sangat merindukan Kekasih Allah. Ya. Itu adalah dikau wahai Rasulullah. [TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA] 📌 FYI : Cerita ini belum direvisi baik segi kepenulisannya hingga isi ceritanya.Jika menemukan kesalahan dalam penyampaian ilmu kiranya bisa diingatkan. Jazakumullah khoir. 🌻

More details
WpActionLinkContent Guidelines