Don't Leave Me! Please

Don't Leave Me! Please

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 28, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Mengkisahkan Virga dan Alana yang bertemu tanpa sengaja bertemu dan berpisah pun tanpa sengaja. " gue sayang sama lo ga, hikks... kenapa lo mau ninggalin gue? Kenapa ga? Kenapa? " histeris Alana didepan virga menangis sesenggukan sambil mengusap air matanya "Maafin gue Lan.." ucap virga lembut mencoba memberi pelukan hangatnya pada Alana "Hikkss hikks... ta... pi kena..pa tiba tiba banget ga?" Suara Alana memelan berada dipelukan virga.hanya pelukan yang alana dibutuhkan saat ini "Don't leave me! Please" ucap Alana tapi tak terdengar virga karna tenggelam pelukan dan tangisanya
All Rights Reserved
#5
virga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LAKUNA
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Sebentar Saja
  • SHEFAYRA
  • Too Far to Hold [COMPLETED]
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • A Memory of You
  • BENALUNA
  • Super Big Match
  • langit biru
LAKUNA

[Completed] UPDATE SETIAP HARI! Bagaimana jika Kakak dan Adik menyukai laki-laki yang sama. Keduanya saling menyayangi satu sama lain dan rela melakukan apa pun agar masing-masing dari mereka bahagia. Akankah dalam hal ini juga sama? Atau akan ada yang bersikap egois? *** Tangan dari satu laki-laki yang sedang berkumpul di sana dari tadi tidak bisa diam sama sekali, dia terus saja menggerakannya dengan tujuan bisa menekan rasa gugupnya. "Saya berniat melamar putri Ibu," ujarnya. Kedua perempuan muda yang duduk tak jauh dari sana sama-sama tersenyum dengan malu-malu. "Alanta." Senyum di salah satu perempuan itu mendadak lenyap saat mengetahui jika nama Adiknya lah yang disebutkan oleh orang yang disukainya. Detik berikutnya, Alana mencoba memaksakan senyumnya. Dia tidak boleh merisak kebahagiaan Adiknya. "Ibu sih terserah Alanta saja. Kamu gimana, Kak?" Pertanyaan Ibunya membuat Alana tersadar. "Alanta bahagia, kami bahagia." "Jadi gimana, Dek." Alanta menunduk, Alana ikut menunduk. "Ya," jawab Alanta malu-malu. Saat itu pula setetes air mata langsung jatuh ke telapak tangan Alana. *** Awal: 4 November 2020 Akhir: 27 Desember 2020 © 2020 dysmh1428

More details
WpActionLinkContent Guidelines