ORIENTASI LOGIKA Di Rembang Malam

ORIENTASI LOGIKA Di Rembang Malam

  • WpView
    Lecturas 19
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, mar 22, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Sofa merah serta darah yang sudah mengering di kepalan tangan. Aku merebahkan badan menuju rembang malam dengan hati getir penuh duka, sengsara dan hilang akal pula. Ada bagian pecahan-pecahan yang berserakan di seluruh penjuru waktu yaitu hati yang jatuh penuh kekecewaan. Asap yang mengudara memenuhi setiap ruangan lantaran amarah membara di tungku pembakaran hingga menggelora. Mataku bengkak sebab air bah yang tak mampu kubendung, bandang mendobrak. Ketika hati dan pikiran tak mampu berkompromi lagi, kematian menjadi sesuatu yang kuharapkan lebih dari harapan-harapan anak rubah yang berlarian kesana kemari menikmati kehidupan. Aral melintang bagiku, lantaran getir memenuhi jiwa. Aku tatap langit-langit dengan mata merah menyala seraya berdoa dengan gemetar, "Lebih baik mati tapi hidup, daripada hidup tapi mati. Kematian bagi kedua orang tuaku" Pikiran irasonal berkecamuk, serta sang setan terus berbisik di daun telingaku. Aku memejamkan mata, letih.
Todos los derechos reservados
#65
heartache
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • KAIFA HALUKI??
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • jangan percaya seseorang
  • Take A Break
  • MY SOUL
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • C

nada itu terdengar hampa sunyi menyelimuti ruang hatiku gambaran paras ayu yang tak luput dari pujaan tetes air mata menemani khayalan akan sebuah kebersamaan namun tak ayal ketika semua berubah menjadi sebuah guratan luka yang tak kunjung pudar sakit tak bisa ku tahan takdir tak bisa ku lawan hanya keikhlasan yang harus kulakukan.. jangan titah aku tuk melupakan biar aku simpan tentangnya sebagai sebuah kenangan yang terindah by: adyatma serkan ramazan

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido