We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
2D (Dilla & Dian)

2D (Dilla & Dian)

  • WpView
    Reads 4,682
  • WpVote
    Votes 93
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Fri, May 31, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Hey, Lo hobi banget sih update gak jelas, kek artis aja. -Ardiansyah Febian Suka-suka gue lah, mau update kek mau tidak kek, gue gak pernah minta lo tuk sukai. - Dilla Afifatul Khulfa •••• Dua manusia yang saling bertolak belakang, tapi intinya saling membutuhkan. Dilla yang suka update dan Dian yang suka jadi komentator. Dilla yang cuek dan Dian yang ramah lingkungan. Dian yang diam-diam menaruh hati kepada Dilla, dan Dilla yang gengsi untuk mengakuinya. Karena tidak tahan, akhirnya Dian menjalankan suatu aksi yang banyak melibatkan reaksi. Akankah Dilla tetap dalam kegensian atau melebur dalam rasa yang tiba-tiba muncul? Akankah mereka bisa bersatu atau hanya menjadi teman angan saja? Ikutin kisah mereka hanya di Sinshin_17 Selamat menikmati dan jangan lupa untuk memberikan kejutan.
All Rights Reserved
#231
ipa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sailing With You [END]
  • RENO
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • My Favorite Gama (Tamat)
  • Free-Trial Love [DIHAPUS SEBAGIAN]
  • AgniaDiary's
  • Qyrha & Her Secret (Tahap Revisi)
  • Why Should I (COMPLETE) ✓
  • PANGERAN GUE! [COMPLETED]
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines