Manivesto Menulis

Manivesto Menulis

  • WpView
    Reads 781
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 27, 2020
Pacarku bertanya perihal "manivesto menulis". Sekiranya gini ; "kenapa kamu sangat berhasrat kalo menulis sesuatu ?". Lalu aku seduh kopi abc susu hangat sambil menghisap ClassMild dari warung depan kosan. Kemudian aku menjawab : "Itu adalah caraku untuk mengoarkan kontribusi yang pada akhirnya semua akan mati, dan cara agar menentang intelektual kematian dalam pemikiran manusia". Pacarku tak mengerti apa yang aku katakan. Ia mengira itu terlalu lebay dan egois, karena menurutnya aku tak perhatian. Hewww Aku tau dunia kita berbeda dalam hal keilmuan. Dia bidan, aku hanya gelandangan aja. Dan itu adalah wajar, aku bersikap biasa aja. Percaya dan yakin suatu saat dipertemuan kita untuk mengakhiri pacaran ini, ia akan mengerti mengapa hasrat menulisku hadir di dunia. Dan salah satunya untuk mendokumentasikan kisah pacaran sebelum kita mengakhiri hubungan tersebut untuk menikah. Semoga saja.
All Rights Reserved
#105
menulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JINGGA
  • Lubuk Aksara
  • TITIPAN HATI (END)
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • REGATHAN [END]
  • Kehidupan "Kami" (TAMAT)
  • Aku Yang Tak Dianggap
  • Stop It, Darka! [END]
  • Shyam Diary
JINGGA

"Jingga..." "Iya," "Kata orang hidup itu seperti kopi, kamu harus benar-benar merasakan pahitnya dulu di seruput pertama. Sedikit demi sedikit. Manis itu akan kamu temukan sendiri setelah kamu mengerti, bahwa setelah pahit akan selalu ada manis. Bukankah komposisinya dibuat dengan kopi dan gula ? Maka hidup selalu ada komposisi tangis dan tawa" *** Sebagian kisah tercipta pada dia yang kedatangannya tidak pernah kau minta. Maka, Akan ada kelak satu orang manusia yang setelah dia datang dan membuatmu jatuh hati dengan tulus, maka ketika dia pergi, kepergiannya adalah perjalanan panjang untukmu mengenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines