Cewek Culun VS Cowok  keren

Cewek Culun VS Cowok keren

  • WpView
    Reads 1,014
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 26, 2018
Gue sangat kesal dan benci dengan semua para cowok itu, terutama Alvaro Dafanta yang bisa nya cuman ngerjain gue! Gue selalu aja dipermalukan disekolah, mungkin bagi mereka ngerjain gue adalah kebiasaan mereka. Diantara geng hits itu, yang gue tau, hanya ketua geng, si Alika Faradita yang mungkin mempunyai rasa kasian. Gue merasa tidak nyaman sampai akhirnya para cowok itu dipanggil ke kantor kepala sekolah dan dihukum menyapu dan mengepel keliling seluruh sekolah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandung cinta untuk Alyssa(end)
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • EXORCIST (ON GOING)
  • DEVAN ALVIANO [SELESAI✔]
  • the hope
  • ALCA
  • Sweetest Girlfriend [17+] ✓
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)
  • Aksara [VERSI PDF FULL]

"Kenapa tertawa?" tanya Hangga dengan mata menyipit. "Nggak. Elu lucu, muka Cina tapi ngomong Jawanya medok banget." "Kamu rasis?" "Nggak, nggak. Siapa bilang? Gue gak rasis kok, cuma lucu aja." Alyssa Sawitri, gadis rada tomboy bertemu dengan Hangga Tjokrokusumo. Cowok keturunan Tionghoa yang sangat medok dengan logat Jawanya. Karena ia asli dari Solo. Awalnya mereka sering bertengkar setiap bertemu, karena rasa mangkel Alyssa pada Hangga. Saat cowok itu memergoki Alyssa yang mau bolos. Tapi lama-lama ada perasaan ganjil yang tumbuh dihatinya setiap kali bersama Hangga. Hingga kemudian Alyssa mengetahui jati diri Hangga yang sebenarnya. Ia adalah cucu dari pemilik pabrik Batik terbesar di Solo. Yang konter batiknya ada dihampir seluruh kota besar di Indonesia. Bagaimana perjalanan cinta remaja mereka? Yang dibumbui khas percintaan remaja SMA. Ini novel kelima saya bergenre teenlit, mencoba menulis cerita remaja meski saya bukan remaja lagi. Note: penyebutan nama suatu suku dalam novel ini, tidak bermaksud menghina atau menyinggung salah satu suku yang ada di Indonesia. Tidak ada unsur apapun untuk menyinggung SARA. #Kisah ini fiktif belaka. Persamaan nama tokoh, plot, tempat dan peristiwa hanya kebetulan semata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines