Kids Jaman Now

Kids Jaman Now

  • WpView
    Reads 279
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 2, 2018
Highest rank #954 in humor ~15 /4/18 #195 in humor ~21 /4/18 #753 in humor ~25 /4/18 #827 in humor ~17/5/18 #450 in humor ~17/5/18 ....................... "Anak jaman sekarang sukanya pacaran, nongkrong di warung, bawa Handphone ke sekolah, disuruh baca buku malah baca chat. Terus mau jadi apa bangsa kita nanti kalau penerusnya macam ini!" Nasehat dari guru hanya dianggap dongeng sebelum tidur oleh anak sekolah jaman sekarang. Suka jam kosong tapi tidak suka libur. Alasan utamanya karena tidak dapat jatah uang jajan dari orang tua. Namun tidak lah semua kids jaman now itu buruk. Ada juga yang baik, taat aturan, dan yang pasti tidak menyakiti hati pasangannya. Cerita ini terinspirasi dari kelakuan anak jaman sekarang yang begitu memprihatinkan. Semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran bagi si pembaca. ♥ ♥ ♥ cover by @bluvers don't copy paste my story
All Rights Reserved
#735
kehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CLASS F
  • THE SECRET RELATIONSHIP
  • Leo Rezayn [OPEN PRE-ORDER]
  • My Devil Prince [Segera Terbit]
  • Kaka Kelas Dingin (END)
  • Married With Cold Boy
  • Abang Idola
  • DERAN
  • {LOVE ENDS HAPPILY}
  • LONJONG [COMPLETE]
CLASS F

Kelas F di mata penghuni sekolah : 1. Kumpulan anak dengan IQ jongkok. 2. Penghuni tetap ranking 20 terbawah di jurusannya. 3. Solidaritas dalam kelas nilainya F alias fana. Nyaris tidak pernah tercipta. 4. Trouble maker alias parasit sekolah. 5. Para pemilik masa depan kurang jelas. Perihal pernyataan di atas fakta atau bukan, itu tergantung cara kalian memandangnya. Yang jelas, anak-anak itu tidak peduli, atau memilih untuk masa bodoh dengan penilaian manusia-manusia yang merasa dirinya lebih baik dari orang lain. Mereka tidak peduli dengan nilai ulangan yang tidak mencapai KKM, dengan materi pelajaran yang diberikan guru, dengan PR yg harus dikumpulkan tepat waktu, dengan tata tertib dan aturan yang tidak boleh dilanggar, juga tentang ujian nasional yang katanya menentukan masa depan. Hingga suatu hari, sang wali kelas terancam dipecat karena dianggap gagal mendidik mereka. Hanya ada dua pilihan yang bisa dilakukan anak-anak itu. Menjadi egois atau peduli. °°° A/n. Cerita ini ditulis sebagai salah satu bentuk kampanye #IndonesiaMembaca dengan bertemakan Teen Literature. #TeenlitIndonesia @teenlitindonesia

More details
WpActionLinkContent Guidelines