We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Destiny
  • WpView
    Reads 21,459
  • WpVote
    Votes 213
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 18, 2019
WpInfo
Fanfic
BTS
"Masuk." ucap siswa itu menatap ke arah Ara. Bukannya menuruti perintah Ara justru tersenyum kecil menunjukkan wajah terkagum-kagum. Membuat decakan kesal dari yang ditatap karena tidak ada respon dari gadis di depannya, dia kembali menaiki motor dan berniat masuk terlebih dahulu. Tanpa aba-aba Ara meloncat naik di jok motor sport yang tentu membuat terkejut pemiliknya. "Ara nebeng sampai parkiran ya, emm sampai manapun gak papa lah yang penting sama kamu." "Ngapain lo turun gak!" bentak pria itu masih dengan keterkejutannya. Tidak ada sedikit niat untuk Ara menuruti perintah."Gak mau tuh gimana dong." "Turun gue bilang!" "Ih galak, tapi gak papa orang ganteng mah bebas." Sikap Ara berhasil memancing emosinya buku-buku tangan terlihat jelas saat dia menekan kuat stang motornya. Siswa itu langsung menarik gas kuat hingga motor melaju cepat disusul pekikan gadis di belakangnya.
All Rights Reserved
#319
jodoh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argithan √
  • ARFA (Arka Fauza) END
  • ALBAR
  • Lazarus Bara Danaduksa
  • ALBARES MADAGASKAR (END)
  • ALVAREZ [SELESAI]
  • SHE IS STARLA (END)
  • ANTARES
  • CALVANDER [SUDAH TERBIT]✅

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines