Gara - Gara Tinder

Gara - Gara Tinder

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 23, 2018
Sejak awal tahun Nana sudah mencoba untuk memakai Tinder, dan berharap ada keberuntungan tentang cinta yang ia impikan, walau dia juga sebenarnya tau bahwa tinder biasanya dikerumuni lelaki yang hanya ingin bersenang-senang. Untuk pertama kalinya Nana mencoba mendapatkan match banyak ada Michael lelaki berumur 30 tahun yang menetap di singapura dengan status PR di sana, yang ia temui hanya perkenalan chat saja, Tapi tidak kali ini Nana menemukan match Tinder yang berbeda dari sebelumnya. ia bernama Khalad lelaki berumur lebih muda 2 tahun darinya, berparas Bule-Caucasian, Berambut Pirang Blonde namun berjenggot merah, berbadan gemuk namun cute dan bubbly, jarak dia dan lelaki tersebut ialah 43 km, pastinya dia tinggal di Singapura, tidak jauh dari Kota Batam. sebentar dulu, namanya Khalad tapi dia orang Bule? aneh gak sih bukan nya Khalad harusnya orang Arab. Akankah Nana berhasil bertemu dengan cinta sejati karena tinder, atau bahkan patah hati untuk kesekian kalinya ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BEST OF US - TERBIT CETAK
  • Yayasan Peduli Akung
  • Kemakan Sumpah Mantan (TAMAT)
  • TINDEROLOGY
  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • Wanted Rebound Love (21+) [COMPLETED]
  • Beringga [ Love, Lies, and Lineage ]
  • Perempuan Yang Dirawat Waktu
  • Bule KW(Agung doang)

TERSEDIA DI TOKO BUKU SEBAGIAN PART SUDAH DIHAPUS Aku nggak mengerti bahwa sebuah kisah cinta bisa seperti ini. Sungguh, dulu aku hanya gadis polos yang tak pernah peduli pada cinta sejati. Di dunia ini, hanya ada 2 pria yang tadinya kupikir akan jadi pendamping hidupku: dr. Riza yang maha sempurna atau fotografer terkenal, Jerro Atma. Tapi lihat sekarang apa yang kulakukan. Galau habis-habisan menunggu orang yang tak pernah kuperhitungkan pulang ke Indonesia. Pria brengsek yang menjadikanku pacarnya dua jam sebelum keberangkatannya ke Amerika. Gila kan? Mana katanya dia akan sering-sering pulang? 6 bulan sekali my ass! Sudah hampir 2 tahun dan dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda dia mau pulang. Tapi sudahlah. Toh memang aku sendiri yang gila, mau-mau saja menunggunya. Ya bagaimana, namanya juga sayang. Kupikir mudah saja menunggu. Ngomong-ngomong, aku cukup jago dalam mempertahankan perasaan. Tapi baru kali ini aku sadar, bahwa menunggu dan bertahan tak semudah kelihatannya. Apalagi, saat kamu tidak tahu yang sebenarnya apakah dia layak ditunggu atau tidak. Dan saat kamu sibuk bertanya-tanya, ada orang lain yang punya jawaban masuk akal. [Lanjutan dari When You Tell Me That You Love Me]

More details
WpActionLinkContent Guidelines