Story cover for Taro by maulrahmah
Taro
  • WpView
    LETTURE 67
  • WpVote
    Voti 7
  • WpPart
    Parti 7
  • WpView
    LETTURE 67
  • WpVote
    Voti 7
  • WpPart
    Parti 7
In corso, pubblicata il mar 23, 2018
"Elo tau nggak, kalo kajian fisika itu bisa bahas tentang cinta?." Tanya Kaleef tiba-tiba.

Ayana yang mendengar itu, sontak menatap Kaleef.

"Iya. Coba deh, elo kaji hukum kekelan energi, bahwa energi tidak dapat dihilangkan atau dimusnahkan, melainkan hanya bisa diubah ke bentuk lain. Seperti hal nya cinta, tak akan pernah bisa hilang rasa yang pernah ada., yang ada hanya berubah kedalam bentuk lain seperti menjadi sekedar sayang atau bahkan rasa benci, ataupun menjadi bentuk doa. Sebab rasa benci yang ada, merupakan bentuk lain dari rasa cinta nya. Begitupun cinta kepada keluarga yang sudah tiada, tidak akan pernah bisa hilang, mungkin dikonversikan kedalam bentuk doa sebagai bentuk lain dari rasa cinta nya." Jelas Kaleef. Ayana mematung dibuatnya.

"Dan semoga aja rasa cinta gue ke elo juga ga bisa dihilangkan, ataupun dimusnahkan. Melainkan dikonversikan dalam bentuk doa." Lanjutnya. 

Nafas Ayana tercekat, ingin rasanya ia berteriak girang. Mengapa laki-laki menyebalkan itu, begitu manis hari ini? Ayana merasakan jantungnya seperti ingin pindah ke lambung.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Taro alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#84ayana
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Im Yours. di GaaSukaGalaxy
17 parti In corso
"Percintaan itu memuakkan," ujar Aleena Gasha Zinantya. "Gak punya pacar tapi punya support system itu asik," ujar orang lain yang berakhir terikat dengan hubungan 'kekasih', Aruna Rumantara. "Jomblo itu asik," ujar seorang lain yang tetap menjomblo hingga saat ini, Kiana Sataryana. "Mau punya pacar, tapi selera gue terlalu di luar nalar," ujar satunya lagi yang meratapi nasibnya, Havina Laksadinata. *** Klimaks of the their Love Story "Gue gak sempurna." => "Gue gak butuh lelaki sempurna. Gue butuh lelaki yang menyempurnakan wanitanya." -Gasha. "Maaf, aku gak cocok buat kakak." => "Gak ada manusia yang cocok sama gue. Itu semua tergantung penilaian mereka mengenai gue sama lo. Gue ngerasa cocok sama lo. Jangan anggap lo gak cocok sama gue." -Aruna. "Gue, seneng kenal lo." => "Gue lebih seneng lagi kenal sama lo, kebih dari seneng. Bahkan kalau gue bisa ambil bintang, gue ambil sekarang juga buat lo." -Kiana. "Stop, semua berakhir. Gue ga pantes lagi buat lo." => "Pernah gue bilang? Lo gak pantes dimana? Lo yang punya hati gue, lo yang pantes milikin gue, buang segala insecure lo dan cerita ke gue, kenapa." -Havina. *** --Baca aja, aku ga bisa bikin deskripsi.-- •Mengandung bahasa kasar. Baik deskripsi ataupun kalimat, karena emang gue bukan orang yang ramah. Kalau lo gak suka, silahkan hengkang. •Nonbaku. •Jika tidak cocok dengan cerita, silahkan hengkang. •Boleh berkata kasar di kolom komentar, asal tidak membawa dalam dunia nyata. •Tolong Voment, biar aku semangat update. •Sorry for Typo. Typo bertebaran, harap dimaklumi.
Eliinaa di vfryfrljnvsnmtm
5 parti Completa
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 10
Satu Langkah cover
AYANA' [END] cover
Im Yours. cover
FISIO (Fisika × Biologi)  cover
Eliinaa cover
AZALEA cover
SUNSHINE cover
coward cover
Andira [End]  cover
ALEAGAS [END] cover

Satu Langkah

21 parti Completa

⊱ ────── {⋅. ✯ .⋅} ────── ⊰ Laki-laki itu suka mengenakan pemerah bibir dan papan seluncur sebagai kendaraannya. Sementara yang perempuan, tergila-gila dengan buku astronomi tebal dan membawanya ke mana-mana. Dua orang aneh, mereka bilang. Bahkan si perempuan pun mengakui keanehan laki-laki itu. Namun, si laki-laki justru melakukan hal sebaliknya, dia mengagumi perempuan itu dan kebiasaan anehnya. Hal-hal terjadi begitu saja untuk membawa mereka berhadapan. Termasuk menyatukan semua rahasia mereka berdua menjadi sebuah cerita. Semua rantai yang lama putus, pelan-pelan tersambung kembali. Segala tentang mereka bergulir dari satu langkah di antaranya. ⊱ ────── {⋅. ✯ .⋅} ────── ⊰ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ✦fiksiremaja oleh Vania Erlina