Dreams and hopes lost

Dreams and hopes lost

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sat, May 19, 2018
Siapa yang tak ingin melangjutkan kejenjang yang lebih tinggi demi mencari kesuksesaan dan mengangkat martabat kedua orang tua. Keinginan perempuan ini yang terlahir di keluarga sederhana adalah menjadi wanita karir sejak masa kecil. Mengeluti semua aktifitas demi mencari bakat dan kemauan yang terpendam. Tapi sering kali dilihat sebelah mata oleh kedua orang tuanya. Mungkin mamanya lah yang tak melihat atau mendukung apa yang sebenernya ada dalam dirinya. Mamanya menilai apa yang dinilai kebaikan untuk anak perempuannya bukan menilai apa yang ada dalam anak perempuannya. Lebih jelas sering kali dianggap biasa saja malah suka terang terangan menolak yang sebenernya ridonya adalah hal yang utama. Tapi sebagai anak yang berbakti dia selalu mengalah walau sering kali dia menjerit hatinya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • PROMISE CH2 (END)
  • Kara: I Left God at The Door
  • Mama! [✔️]
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • A Life That Turns
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Constellations From The Room
  • Bagian tak berjudul 1
  • Insecure [REVISI]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines