YOU and ME

YOU and ME

  • WpView
    GELESEN 1,811
  • WpVote
    Stimmen 183
  • WpPart
    Teile 13
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Sa., Dez. 7, 2019
"Cinta hanya butuh kepastian del" ucap laki laki di depannya. Bagaikan hati yg terbelah Delila bungkam akan ucapan laki laki itu. Kini sudah ada 2 cowo yang benar benar membuat dua kepingan tanda tanya di dalam dada Delila hancur dan bingung. "Ma af del...." satu kata yang hanya mampu di ucapkan oleh laki laki yg berada di belakang. Setetes air mata sukses jatuh ke pipi mulus Delila. Tanpa ragu laki laki yg kini di hadapnya langsung memegang kedua pipi Delila. Dihapus pelan air mata yg semakin deras jatuh ke pipi oleh tangan cowo yg tulus menyayanginya. Laki laki yang di belakang itu mendongak " dan satu hal yang harus lo tau ... I still love until now.. " No..tapi gue udah ga cinta sama lo gue cintanya sama darent... ~batin Delila dalam hati
Alle Rechte vorbehalten
#347
girl
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Stay (Away)
  • Break Up? || gxg
  • Soal Rasa 2
  • SECRET
  • Crush
  • Soal Rasa
  • My Childish Boy (✅)
  • Felicity
  • Bintang Dilangit Senja

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien