YOU and ME

YOU and ME

  • WpView
    Reads 1,811
  • WpVote
    Votes 183
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 7, 2019
"Cinta hanya butuh kepastian del" ucap laki laki di depannya. Bagaikan hati yg terbelah Delila bungkam akan ucapan laki laki itu. Kini sudah ada 2 cowo yang benar benar membuat dua kepingan tanda tanya di dalam dada Delila hancur dan bingung. "Ma af del...." satu kata yang hanya mampu di ucapkan oleh laki laki yg berada di belakang. Setetes air mata sukses jatuh ke pipi mulus Delila. Tanpa ragu laki laki yg kini di hadapnya langsung memegang kedua pipi Delila. Dihapus pelan air mata yg semakin deras jatuh ke pipi oleh tangan cowo yg tulus menyayanginya. Laki laki yang di belakang itu mendongak " dan satu hal yang harus lo tau ... I still love until now.. " No..tapi gue udah ga cinta sama lo gue cintanya sama darent... ~batin Delila dalam hati
All Rights Reserved
#36
carly
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bintang Dilangit Senja
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • Soal Rasa
  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • SECRET
  • Mungkin? (Tamat)
  • DANILITA
  • " To Love ,To Lose "
  • Felicity
  • Asing kembali Asing🌜🌚

"kita lempar yaa.. Satu.... Dua.... Tiga...!" Prilly melemparkan botol berisi kertas yang bertuliskan impiannya dimasa depan ke pantai. Aliando memandang Prily, memegang kedua tangannya. Kini dua bola mata mereka saling bertatapan. Dia mau nembak gue, yay!! batin Prily. Jantungnya berdebar kencang, kakinya mulai lemas. Tidak pernah Prily alami hal seperti ini. Prily yang dulu membencinya, kini mulai merasakan hal yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Cinta. Dia mulai menyadari perasaan itu. "Prill.!!" panggilnya. "Iya.." jawab Prily dengan rona mata penuh harap. "Maaf, aku harus pergi." Ali menundukkan wajahnya. Senyum bahagia Prily berubah dengan seketika, dadanya terasa sesak. "Hari ini hari terakhir kita ketemu." Lalu Ali memeluk Prily dengan erat, seolah olah ini begitu berat. "Tapi kenapa?" kata Prily lirih tanpa membalas pelukan Ali. Ali melepas pelukannya dan berlalu pergi. Prily masih diam ditempat memandang kepergian Ali. ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines