We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KEYNARA
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 1, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Seperti warna monokrom, hitam dan putih. Mungkin hanya 2 warna itu yang menggambarkan kisah hidupku setelah kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupku. Tak ada warna lain selain itu didalam hidupku. Seperti mereka enggan untuk masuk menghiasa hidupku. Sejak hari itu, hari dimana orang yang berarti dalam hidupku meninggalku untuk selama lamanya. Tidak dapat kembali seperti yg aku inginkan. Dihari itu juga seseorang pahlawah dalam hidupku pun meninggalkan ku tanpa memikirkan perasaanku. Dia pergi seolah tidak peduli dengan keberadaan ku. Mereka adalah kedua orang tuaku. Ibuku pergi untuk selamanya dan ayahku pergi tanpa sebab. Namun disaat hati ini hitam tak ada kebahagiaan didalamnya tanpa aku duga seperti munculnya pelangi setelah hujan. Ntah ini takdir atau bukan dia datang kembali, dia nyata tidak semu. Dia bersedia mengulurkan lengannya untuk ku membantuku untuk bangkit dari keterpurukan ini. Dia adalah seseorang yang aku cintai setelah ibu, dia cinta pertamaku. Akankah hidupku akan kembali seperti semula?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teruntuk Mia
  • Back For Me (Completed)
  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • MY AMAZING GIRLFRIEND [COMPLETE]
  • The Beauty Inside(Complete)
  • RUANG WAKTU
  • Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu!
  • SARAY(U) [Completed]
  • Firts love
  • DANADYAKSA

Di antara wangi bunga dan derasnya hujan, dua jiwa yang bertolak belakang dipertemukan. Seorang gadis yang merawat keindahan dalam kelopak-kelopak bunga, dan seorang pemuda dengan luka yang enggan ia tunjukkan. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing. Namun, hujan selalu membawa mereka kembali-dalam diam yang nyaman, dalam tawa yang tak terduga, dalam kehangatan yang perlahan tumbuh di antara dinginnya rintik air. Tapi seperti bunga yang layu dan hujan yang akhirnya reda, akankah kebersamaan mereka bertahan? Atau hanya menjadi kenangan yang perlahan memudar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines