One Month

One Month

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 25, 2018
"Gue akan pergi. Perjanjian kita udah Gak ada! Sekarang lo Bebas, dan gaperlu khawatir kalo gue bakal gangguin hidup lo. Makasih atas apa yang pernah lo kasih." -Vania Pranata. "Jangan Pergi. Satu bulan penuh gue ngejalanin semua nya sama lo, gue ngerasa nyaman setiap dideket lo. Maaf kalo dulu gue selalu ngomong hal yang terbalik dengan perasaan gue." -Alfano Jonathan. "Gue gak marah sama lo, Tenang aja! Tapi.. gue gak bisa mastiin kalo gue kecewa apa engga. Semoga engga.." -Vania Pranata. "Gue mau Lo gak berubah! Gue gak mau tau, Lo harus ngatur dan ganggu hidup gue lagi, selamanya dan gak hanya sebulan aja!" -Alfano Jonathan. "Gue capek kayak gini terus. Merjuangin lo tuh ibarat nya kayak ngeraih Bintang dilangit tau gak? Sekeras apapun gue usaha, hasil nya pasti Sia-Sia!" -Vania Pranata. "Kalo lo Capek, Berhenti dulu aja. Gue gak bakal lari ngejauh kok. Gue bakal nunggu lo," -Alfano Jonathan. "Gak Perlu, mendingan lo Lari yang jauh sampe gue gak bisa lagi ngejar lo. Sampe gue bisa ngeyakini diri gue sendiri, kalo lo itu suatu kemustahilan." -Vania Pranata. "Kata Siapa Mustahil? Bukti nya Lo Berhasil, naklukin hati seorang pangeran sekolah dalam waktu sebulan. Kalo gue pernah bilang ke elo kalo Lo adalah Parasit yang ngeganggu hidup gue, itu salah! Lo adalah Parasit yang selalu ngganggu Otak gue dengan bayangan lo setiap malem sampe bikin gue gak bisa tidur."- Alfano ### Haluu.. ayemkambek😅❤ Semoga suka cerita nya. Add ke library ya! Kalo mau baca, dimohon VoMment nya😀 kalo engga, ya gapapa sih😒 Tapi usahain lahh, ngehargain Karya gw😢 karna bagi gw, Vote dan Comment dari kalian adalah penentu Cerita gw bagus apa engga😥 kalo jelek, yah terpaksa deh gw stop diujung jalan😆 Gw gak jahat kan, yak?😇 Selamat menikmati cerita nya😄
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Arsyilazka
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • Abadinya Kisah Jerrom & Affa
  • Im Yours.
  • My Friend Is My Strength
  • Why Did Everyone Avoiding Me?
  • (END) Menjadi Nyonya Muda (KETIKA CINTA TELAH KEMBALI)
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines