Nara&Bara

Nara&Bara

  • WpView
    Reads 18,460
  • WpVote
    Votes 1,019
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 22, 2018
Bara sedang berada di tengah-tengah pengendara yang berhenti. Menggunakan sepeda motor sport kesayangannya. Dengan lambang gengnya 'The Qlo' di bagian belakang jaket kulitnya dan juga Helm full facenya. Sudah cukup menggambarkan sebarapa kerennya dia bukan? Apalagi jika mereka melihat ketampanan Bara yang sulit di tolak. Ketampanan Bara memang tidak terdefinisikan. Sejak kejadian langka di kantin kemarin. Tak henti-hentinya Bara memikirkan pertanyaan yang sulit untuk ia pecahkan. Bagaimana mungkin seorang Dante Albara ditolak? Bagaimana mungkin ketua geng motor The Qlo ditolak? Bagaimana mungkin untuk pertama kalinya dia menembak dan untuk pertama kalinya pun dia ditolak. Secara dia yang selalu ditembak oleh perempuan. Alasan menolaknya pun tak masuk akal. Hanya sekedar penggemar Bara? Lalu untuk apa dia mengikuti Bara setiap hari, jika tidak menginginkan apa-apa? Sungguh kejadian yang sangat memalukan untuk Bara. Dia di tolak di hadapan semua orang. Keynara Azrella, gue akan dapetin hati lo bagaimanapun caranya! Gue bakal balas dendam untuk rasa malu yang pernah gue rasakan ini! - Dante Albara - Kan gue udah bilang gue gak suka sama Kak Bara. Gue hanya sekedar kagum, karna dia mirip sama seseorang. Bisa dibilang gue penggemarnya. - Keynara Azrella - Aku udah bilangkan sama kamu, kamu boleh jadi penggemar dia. Tapi kamu jangan mau jadi mainannya. - Faisal Effendi -
All Rights Reserved
#806
geng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • EAGLE [ON GOING]
  • Dear Izora
  • BARA[TERBIT]
  • ARFA (Arka Fauza) END
  • VARA [HIATUS]
  • DEAR US (SELESAI)
  • Andira [End]
  • ALBAR

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines