Perahu Kertas

Perahu Kertas

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 21, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Persahabatan memang tidak mudah untuk di dapatkan. Kebahagiaan memang lama jika harus di tunggu. Kita yang mencari bukan mereka yang menghampiri. Inilah imajinasiku tentang seorang gadis yang bertahun-tahun mencari ayah selaku suami ibunya yang pergi ditelan bumi. Bahkan bukan bumi yang menelan ayahnya, tetapi waktu yang menyeretnya. Tinggal dalam rumah kayu bersama sang ibu. Ia mempunyai Kesederhanaan dalam jiwanya. Kesombongan tak pernah ada dalam dirinya. Dalam hidupnya ia begitu sangat menderita. Kisah cintanya berakhir teragis ketika ia bertemu kembali di sebuah SMA. Kata Kejora : "Kau bilang kau tidak punya perasaan padaku? Tunggu! Bukankah kau mempunyai perasaan yang teramat besar padaku? Rasa BENCI. kau membenciku bukan? Dan bukankah rasa benci itu adalah bagian dari perasaanmu padaku?" Kata Raja : "Cukup Kejora, kau jangan memandang orang yang tak pernah memperdulikanmu" Kata Satya : "Bukankah teman adalah segalanya. Karena itu aku tidak ingin membawamu dari temanmu!" Kata Putra : "Hanya kau yang berhak memilih. Kau mau bersama orang yang tak pernah perduli atau bersama orang yang perduli." Inilah kisah anak yang bernama Kejora. Update tiap Hari Sabtu---tolong jempolnya di kondisikan--- jangan pelit-pelit. Tinggal tekan yang bintang di pojokan. Saran dan kritiknya aku tunggu 😘😘😘
All Rights Reserved
#279
sekolahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Antara Kau dan Sahabatku [Completed]
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Pasutri Bobrok [ END✔ ]
  • Wrongful Encounter [COMPLETED]
  • REGATHAN [END]
  • ALVIN (On Going)
  • Together
  • Padam Nelangsa
  • KIARILHAM【END】
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines