Kau Cantik Hari Ini

Kau Cantik Hari Ini

  • WpView
    Reads 165
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 8, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Berkisah seorang pelajar 18 tahun yang tampak biasa saja. Belum mengenal cinta dan merasa jauh dari sosok papanya. Hingga kehadiran partner detektif mengubah segalanya. Siapakah dia? *Cerita ini akan kubuat dengan alur yang cepat. Maaf kalau ada banyak hal yang salah dalam pembuatan cerita. Dikarenakan author masih amatiran. Hope you like it:) Bantu aku untuk terus menulis dengan memberi vote dan comment Lala
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Rahasia Rasa (COMPLETE)
  • LOSER'S HAPPINESS (END)
  • AVOID
  • Kizu
  • Miracle
  • Ruang Tanpa Suara
  • CINTA LOKASI
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines