Life Sentence

Life Sentence

  • WpView
    Reads 14,808
  • WpVote
    Votes 882
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 30, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Sekeras apapun Lifia alias Ify berusaha membuang jauh-jauh cintanya tapi perasaan itu tetap saja tumbuh dalam hatinya. Seperti bandul yang terikat pada tiang, dia tidak pernah meninggalkan tiang sebanyak apapun ia coba berputar. Ada tali kokoh yang menahan keduanya agar tetap terhubung. Meskipun dicoba beratus kali, tali akan tergulung dan justru akan mempertemukan keduanya. Begitu pula Ify, tidak pernah bisa lepas dari cinta masa lalunya. Cinta itu seolah mengikatnya untuk terus kembali ketika ia memutuskan pergi. Cinta yang terlalu besar untuk dikubur, terlalu keras untuk hancur, terlalu subur untuk mati, dan terlalu cepat mengejar saat ia lari. Cinta itu persis seperti hukuman seumur hidup.
All Rights Reserved
#142
rify
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amami
  • Mencintaimu (Lagi) SEGERA TERBIT
  • That's All Cause IFY (END) - Revisi
  • The Devil
  • One Heart (Very Slow Update)
  • Story About Us (COMPLETED)
  • HEART
  • Strong Girl Michella (END)
Amami

Riksa hanya anak badung dan biang onar di sekolahnya. Dia bebas melakukan apapun yang dia mau. Memang siapa yang akan melarangnya? Orang tua? Tidak ada. Bahkan baginya, rumah sudah bukan lagi tempat Riksa untuk pulang. Orang tuanya berpisah dan bodohnya lagi papanya masih mengharapkan istrinya kembali. Sedangkan mamanya... entahlah, mungkin wanita itu kembali pada cinta pertamanya. Atau bahkan lebih baik ia tidak usah kembali. Karena terakhir kali bertemu, mamanya hampir membuat nyawa Ester melayang. Namun di dalam hati, Riksa masih menginginkan kehangatan dan cintanya kembali lagi seperti dulu. Diam-diam berdoa dalam dan meminta waktu untuk bisa ia putar kembali. Tapi Riksa sadar, hal itu tidak akan terjadi karena ia bukan Tuhan. Sekarang lelaki itu hanya berharap bahwa suatu saat ada seseorang yang akan datang membawa cintanya yang hilang, sesuatu yang dulu sempat Riksa buang, sesuatu yang pernah Riksa lupakan, sesuatu yang dulu sempat ia rasakan di tengah keluarganya yang saat ini telah hancur. Jika seseorang itu mampu memberikannya semua itu dan memberikan satu hal lebih lagi pada Riksa, ia berharap orang itu pun mampu memperbaiki dirinya yang kini telah rusak serta mengisi kekosongan hatinya. Tapi selama waktu itu akan datang, Riksa harus berbuat apa? Apakah seseorang itu memang akan datang padanya? Jika tidak, dia harus bagaimana? Apakah Riksa harus terus berdoa pada harapan semu hingga akhir masa hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines