Life Sentence

Life Sentence

  • WpView
    Reads 14,802
  • WpVote
    Votes 882
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 30, 2018
Sekeras apapun Lifia alias Ify berusaha membuang jauh-jauh cintanya tapi perasaan itu tetap saja tumbuh dalam hatinya. Seperti bandul yang terikat pada tiang, dia tidak pernah meninggalkan tiang sebanyak apapun ia coba berputar. Ada tali kokoh yang menahan keduanya agar tetap terhubung. Meskipun dicoba beratus kali, tali akan tergulung dan justru akan mempertemukan keduanya. Begitu pula Ify, tidak pernah bisa lepas dari cinta masa lalunya. Cinta itu seolah mengikatnya untuk terus kembali ketika ia memutuskan pergi. Cinta yang terlalu besar untuk dikubur, terlalu keras untuk hancur, terlalu subur untuk mati, dan terlalu cepat mengejar saat ia lari. Cinta itu persis seperti hukuman seumur hidup.
All Rights Reserved
#1
idolacilik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Promise
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Stay (Away)
  • My Bad Ify
  • HEART
  • That's All Cause of Love (COMPLETED)
  • Story About Us (COMPLETED)
  • ALGARA & ALTARA [End]✓
  • Strong Girl Michella (END)

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines