Raraku
  • WpView
    Membaca 39
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Rab, Apr 18, 2018
"Gue baru sadar senyum dia adalah pelipur hati, dan pelukannya adalah kehangatan yang selama ini gue cari." -Rakha . . . . . Kamu turun sembari tak lepas memandangi diriku, kita tersenyum saling malu-malu. Padahal sedetik yang lalu ingin ku mengumpat kekesalan karena hujan yang mungkin akan mengagalkan rencanaku Namun setelah melihat Rara, aku bersumpah Jakarta tidak akan seromantis itu. Mengingat, Jakarta ialah kota padat lalu lintas. "Apa liat-liat emang gue pisang?" Ujarmu dengan semburat merah di pipi. "Yeh apasih Ra. jalan lagi yuk, udah tinggal gerimis nih." "kemana?" "Maunya kemana?" "Kemana aja asal sama Rakha." Dan pelukanmu lebih hangat dari biasanya.
Domain Publik
#57
rakha
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Menyimpan Rasa (END)
  •  ANATHA
  • Marry My Husband
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Possessive Family [SELESAI]
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • KARAFERNELIA
  • MY FAMILY [Baby Renle]
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • Almost Us

"Aku baru sadar bahwa perasaanku sama Raisa lebih dari sekedar teman, tetapi apa Raisa juga merasakan hal yang sama?" Ujarku dalam benakku Saat itu aku mengajak Raisa ke taman kota dan kemudian aku mengajaknya bermain di sebuah ayunan, aku sangat bahagia saat melihat dia bahagia ketika dia besamaku. Namun seketika itu semua menjadi runtuh saat kedatangan seorang lelaki, dibalik kejauhan dia memperhatikan kami berdua dan kemudian tiba-tiba di memegang tangan Raisa dan mengajaknya pergi. "Sa" ungkapnya sembari memegang tangan Raisa "Kak Yudha, kok ada disini?" Tanya Raisa dan kemudian dia merampas tangan Raisa dari genggaman ku Aku kira cerita cinta masa SMA aku akan berlalu begitu saja, meski meninggalkan kenangan yang sedikit menyakitkan namun pula menyisakan banyak sisa-sisa kebahagiaan yang apabila aku terkenang maka akan membuat aku rindu akan masa-masa itu. Bukan hanya dengan cerita kala itu, namun juga orang-orang dalam kisah hidupku. ***

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan