Raraku
  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Apr 18, 2018
"Gue baru sadar senyum dia adalah pelipur hati, dan pelukannya adalah kehangatan yang selama ini gue cari." -Rakha . . . . . Kamu turun sembari tak lepas memandangi diriku, kita tersenyum saling malu-malu. Padahal sedetik yang lalu ingin ku mengumpat kekesalan karena hujan yang mungkin akan mengagalkan rencanaku Namun setelah melihat Rara, aku bersumpah Jakarta tidak akan seromantis itu. Mengingat, Jakarta ialah kota padat lalu lintas. "Apa liat-liat emang gue pisang?" Ujarmu dengan semburat merah di pipi. "Yeh apasih Ra. jalan lagi yuk, udah tinggal gerimis nih." "kemana?" "Maunya kemana?" "Kemana aja asal sama Rakha." Dan pelukanmu lebih hangat dari biasanya.
Public Domain
#276
rakha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • All For Jievin [END]
  • Berlian Kagastra
  •  ANATHA
  • Echoes of Seven - Gema dari tujuh saudara
  • Nada - nada Raka (Complete)
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • My Protector

Hati yang Setia selalu merunduk-merendah mencari jalan-jalan terang dalam hidup, dan disaatnya LANGIT pasti akan menunjukan jalan Kesetiaannya. Cinta sejati tak akan lekang oleh waktu. Namun akan kembali dengan cara yang menakjubkan. Rakha dan Kinanti bagai layang-layang kembar. Terbang tinggi ke langit menembus awan tertinggi memohon diturunkan Cahaya untuk menerangi hati yang sepi pada Kerinduan yang tidak pernah bertepi. Diatas perahu di Selat Bali, Rakha hanya memandang gerak Langit, senyap dalam doa. Tiba-tiba tampak Langit Terbelah Cahaya Purnama. "Ooh Betapa Agungnya Engkau Maha Tercinta... " Kinanti berjalan menghitung langkah satu demi satu, menatap lembayung senja yang melintasi bebukitan hijau yang mulai menua. "Aishiteru Rakhaaa... Kamu dimana !!!" Langit pun terpaksa menangis... Bersama deru hujan yang datang kejar-mengejar dengan suara Angin yang berhembus kencang. "Kin ! .. KUA terdekat dimana? Bisa nggak kita daftar malam ini juga?" Rakha mulai serius menggoda pada pertemuannya yang baru berselang sekian menit. "Hayu, siapa takut?. Kita cari dulu muka yang tampangnya alim untuk jadi saksi nikah kita ya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines