KACA RASA

KACA RASA

  • WpView
    Reads 371
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 30, 2018
WpInfo
Poetry
Tulisan ini adalah sebuah kaca dari kita. Cerita hubungan kita yang rumit dan sederhana. Tulisan untukmu ini berupa puisi pendek, aku tidak mau kamu lama-lama membaca ini, kamu harus punya banyak waktu luang untuk bersamaku. Bagaimana bila tidak ada yang menyukai tulisan ini ? Tak apa, aku akan tetap menulis untuk perasaanku. Untukmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Berbalut Puisi
  • Anakku Anakmu
  • Untitled Romance
  • PapaKu Ayah Anakku || Rombak Ulang ✔️
  • dokter mafia tampan (End)
  • PROSA
  • Tuhan, Aku Sayang! (TAMAT)
  • Mencintai dalam diam
  • Sepotong Kue Kenangan dan Secangkir Kopi Pahit

Kisah ini hanya fiksi berdasarkan imajinasi sang penulis menceritakan tentang kisah cinta seorang anak SMA yang introvert dan tak memiliki keberanian untuk mengutarakan perasaannya terhadap sang pujaan hati , kisah ini bermula ketika ia mulai membuat puisi dan mempostingnya di sosial media, ia pun selalu mencurahkan isi hatinya dalam bentuk puisi dan kemudian memposting puisi buatannya, awalnya ia hanya berniat untuk memposting satu puisi namun diantara puluhan like di akun sosial medianya ternyata gadis yang ia sukai membaca puisi tersebut , akhirnya ia memutuskan untuk setidaknya memposting satu puisi setiap minggu, ia berharap suatu saat sang gadis menyadari pesan dari nya. Nothing Bintang lima di titik koordinatnya Saling terpisah jauh jarak mereka Tiada keinginan akan itu semua Namun itulah sejatinya hidup tercipta Demi keindahan kasih dan saling menjaga Ikutilah arah mata angin tuk temui mereka Dan banyak usaha kau butuh mencapainya Sebab mereka tidaklah diam menunggu disana Mereka juga berjalan menikmati masanya Kapankah mereka bisa bertemu di suatu beranda Mungkin juga itu takkan pernah bisa Entahlah, siapa yang kan beri petunjuknya Bulan pun takkan berikan jawabannya Hanya diam dan terus memperhatikan kita Sejauh perjalanan yang penuh luka Apa sebenarnya kisah yang kau bawa? Sekuat tenaga kau berkorban dan berusaha Maukah kau tunjukkan sebuah rahasia? Silih berganti antara bulan dan surya Hanya semakin memperbesar lubang di dada Sanggupkah hati dan jiwa menahannya? Kini waktumu telah di ujung senja Kau hela nafas seolah lega Apakah itu kan tetap jadi rahasia? Bahkan kau tetap kukuh menyimpannya Meski terhina dimata mereka Ataukah itu sudah bukan lagi rahasia? Semua bertanya ada apa? Semua ingin tahu mengapa? Bagaimana kan kau sikapi itu semua? Semua pun terkesima pada akhirnya Sebab jawab mu "TAK ADA APA APA".

More details
WpActionLinkContent Guidelines