I'm Not Okay

I'm Not Okay

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 4, 2020
Semua berawal dari cinta Dan berakhir karena cinta. Tapi, jika akhirnya menyebabkan luka yang teramat dalam. Apakah bisa seseorang itu menanggungnya? Ada luka yang sangat membekas hingga saat ini. Sebuah kalimat yang amat menyayat hati, dan di ucapkan oleh orang sayang di sayangi. Karena kalimat itu, seperkian detik aku tak mampu untuk bernapas. Rasanya seperti ada ribuan pisau, menusuk tepat ke dalam hati.
All Rights Reserved
#30
resya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Bukan Kita D.A.N
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT
  • Sudut Luka Nazea
  • Destiny.
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Memory [COMPLETED]
  • ANGEL (END)
  • One Shoot Brothership ✓
  • senyuman palsu -Tamat-

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines