
Pertemuaan yang Veya kira akan baik-baik saja, ternyata berubah menjadi begitu rumit. Pertemuan dengan Sam membuatnya dipertemukan pula dengan banyak pertanyaan dan tuntutan. Veya kira alasan yang selama ini melatarbelakangi semua hidupnya dapat membuat Sam mempercayainya, namun kenyataannya Sam lebih memilih mempercayai satu sisi yang tanpa ia sadari telah menggoreskan luka. Namun Veya pun sadar sebelum pisau itu menggores hati Sam, Veya lah yang telah memposisikan pisau itu agar tergores dengan apik. Raveya, gadis cantik yang tengah menggilai musik terutama gitar. Pertemuannya dengan Samudra membuatnya semakin jatuh cinta pada benda bersenar enam itu, dan tanpa ia sadari pula, hatinya telah ikut jatuh dalam setiap melodi yang Sam ajarkan padanya. Namun permintaan gila sahabatnya membuat Veya harus rela tersakiti dan menyakiti penyinggah hati barunya. Pada saat dirinya sadar akan kebodohannya, Veya telah terlambat, karena pisau itu kini telah menacap sempurna dihati Sam. Bagaima dengan Sam? Bahkan untuk mengatakan alasan itu, Veya yakin Sam tak sudi untuk mendengarnya. - Menyatukan dua pemikiran dalam satu kertas, menjadi awal kisah ini ada. ku harap kisah ini menarik untuk kami dan kamu yang tengah membaca. ~Happy Reading.Todos os Direitos Reservados
1 capítulo