Menunggu Kemarau

Menunggu Kemarau

  • WpView
    Reads 184
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 1, 2018
Semuanya menyukai musim hujan. Penyair suka hujan,anak kecil suka hujan,hingga para orang tua suka hujan. Hingga mereka terkadang melupakan adanya kemarau. Bagaimana bisa sebuah bunga setia menunggu datangnya kemarau yang bisa jadi membunuhnya? Bagaimana bisa ia membiarkan hujan yang mencurahkan perhatiannya pada sang bunga? Bagaimana caranya ia mengungkapkan perasaannya pada kunang-kunang, yang mana sulit sekali untuk di raih? Tapi, terlepas atas semua yang terjadi, sang bunga tetap menunggu kemarau.
All Rights Reserved
#422
menunggu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • RAIN
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • Summer Waves [2023]
  • Galih
  • Pelangi Setelah Hujan
  • Gadis Hujan
  • Rainasta
  • Kemarau Di Bulan Juli (Completed)

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines