Cahaya Purnama

Cahaya Purnama

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 4, 2020
WpInfo
Fanfic
Seorang gadis bernama Cahaya Putri Clarisa yang sering disebut Aya merupakan gadis yang ceria dan polos dan hal yang paling ia sukai adalah ia sangat suka malam karena menurutnya malam itu menenangkan karena hanya ada sepi yang membuat dirinya tenang. Dan satu hal lagi disaat semua perempuan menyukai bunga mawar justru Aya membencinya karena disaat kecil ia pernah memetik bunga mawar dan tanpa disangka ia menggenggam nya terlalu erat menyebabkan tangan nya terluka dan mulai detik itulah Aya membenci bunga mawar. Purnama Angkasa Putra yang kerap dipanggil Ama dia adalah sosok tampan akan tetapi ia sangatlah tengil dan ia juga sangat pintar dalam hal akademik. Meskipun namanya Purnama ia sangat membenci malam karena malam membuat tubuhnya kadang terserang flu tiba tiba alias ia alergi angin malam. "Seharusnya waktu itu kita tidak terlalu dekat supaya saat ini tidak terlalu jauh" -Cahaya Clarisa Putri "Untung aku alergi angin malam yang dingin bukan sikap kamu yang dingin." -Purnama Angkasa Putra
All Rights Reserved
#382
cahaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Kenangan di Masa MPLS
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Maukah kau Menunggu ku?
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • UNTUK AZA ( COMPLETED)
  • Sun Meets Ice
  • "Difference"
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)

Jangan lupaa follow and votee yaa guyss💫 Semuanya bermula dari masa MPLS. Clarissa dan Zayn dipertemukan lewat ajakan sederhana "Collab jj berdua," Nggak ada yang aneh waktu itu-hanya dua orang yang saling bantu. Tapi dari kebiasaan kecil itu, tumbuh perasaan yang nggak direncanakan. Mereka mulai saling cari, saling tunggu, sampai akhirnya... saling jatuh hati. Zayn bukan tipe yang romantis, tapi ucapannya waktu itu cukup bikin Clarissa terdiam. "Kita HTS, ya?" Tanpa status, tanpa janji, tapi dengan rasa yang tumbuh setiap hari. Mereka tahu, ini hubungan yang rapuh. Dan benar saja-semuanya runtuh saat razia sekolah menuntut mereka 'putus' saat itu juga. Malamnya, Clarissa hanya bisa menatap layar ponselnya kosong, membaca pesan terakhir dari Zayn: "Kita cukup sampai sini aja, ya." Sejak malam itu, Clarissa mengerti. Nggak semua perasaan bisa dipertahankan, dan nggak semua kedekatan harus diartikan lebih. Mungkin... memang seharusnya mereka hanya teman. Nggak usah bawa perasaan ke dalam pertemanan yang harusnya ringan. Tapi kenapa ya, hal yang katanya ringan itu... justru ninggalin luka paling berat? Mereka mulai asing, seperti dua orang yang tak pernah saling mengenal. Tapi jauh di dalam hati, baik Clarissa maupun Zayn tahu... mereka masih saling mengingat. Masih hafal jam tidur satu sama lain, tahu kapan biasanya lapar, tahu siapa yang dulu suka pakai jaket merah. Dan satu-satunya cara mereka tahu kabar masing-masing sekarang... cuma dari streak api yang tetap nyala setiap hari. Bukan karena mau ngobrol, tapi karena diam-diam mereka belum siap benar-benar kehilangan. Karena pada akhirnya, perasaan yang tidak pernah tersampaikan akan selalu tinggal dalam diam. Dan dalam diam itu, mereka menyimpan segalanya-rasa yang belum selesai, dan kenangan yang tak bisa diulang. Seolah berkata, "130," seperti kode kecil yang hanya mereka berdua yang tahu: aku masih sayang, tapi aku gak bisa bilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines