Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
SERIBU EGO DALAM SATU NADA

SERIBU EGO DALAM SATU NADA

  • WpView
    Membaca 13
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 26, 2018
WpInfo
Non-fiksi
Zaina Ardiningrum, gadis SMA yang harus mengemban tugas demi sekolah juga kelangsungan hidupnya. Bakat seni yang dimilikinya sering kali tersendat oleh pekerjaan juga keluarganya. Dunia seni yang digelutinya berkaitan dengan penyatuan lebih dari seribu egoisme manusia yang bersatu dalam satu tujuan yaitu, Gandrung Sewu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#247
budaya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • Family Strength END✔️
  • ELKA||ON GOING
  • SELINA
  • Scretch Club
  • ZIEL
  • Elgara Bramasta  (END)
  • Terlukis Untuk Serena [END]
  • ARGANN MAHESA By Vanissa Izza
  • PERSAUDARAAN TERUJI ( HIATUS )

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan