Senja Denganmu dan DIA

Senja Denganmu dan DIA

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 16, 2018
Senja di pantai itu terlihat seorang gadis anggun yang gamisnya melambai-lambai diterpa angin, sedangkan khimarnya mengiringi wajah indahnya. Ia menunggu seorang laki-laki yang kelak akan menjadi jodohnya. Dia adalah penikmat senja, saat dirinya melihat senja hatinya selalu damai, menurutnya senja hal yang paling indah dari sekian juta keindahan yang telah dibuat Tuhan. Namun senja juga membuatnya tenggelam dalam kepedihan, entah berapa lama lagi Allah akan mempertemukan ia dengan dia. "Wahai dzat Yang Maha Mengetahui Engkau pasti mengetahui apa yang tengah hamba rasakan. Jika Engkau sudah meridhoinya segera pertemukan hamba dengan dirinya, tetapi jika Engkau belum meridhoinya hamba akan tetap bersabar. Karena scenariomu lebih indah dari perkataan manusia yang tidak berperasaan. Ya Allah hamba akan menunggu saat waktu itu tiba" Teruntuk ukhty jangan kau meragukanNya, Allah tidak akan memberi ujian kepada hambanya melampaui batas kemampuannya. Ya Ukhty Laa Tahzan Inallahamaana.
All Rights Reserved
#245
hijab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Gus Bara
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • Senja Assyifa [COMPLETED]
  • La Tahzan
  • Kupinang Kau Dengan Sholawat (END)
  • School Scandal ✓
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • OPACRAPHILE [End]

[Bila Berkenan Follow Dulu Ya Sebelum Membaca] Romance-Spiritual . . Gadis berparas ayu dengan senyum yang selalu merekah bak matahari, ya dia adalah syanum wardatul arsy. gadis yang memiliki kisah cinta dalam diam di masa Smanya. terungkapnya rasa membuat keduanya saling mengikat janji dan meyakininya sebagai tauhid cinta keduanya. Rasa yang tumbuh di antara keduanya itu semakin membelenggu seakan tak bisa dilepaskan lagi, tanpa sadar waktu terus membawa mereka ke dalam arus yang semakin deras hingga menghanyutkan keduanya dan lalai akan ketetapan sang pemilik cinta. Sakitnya penghianatan membuat syanum tersadar betapa lalainya dia selama ini dgn tertatih ia berusaha bangkit dan kembali kepangkuan sang pemilik cinta. "Syan! Saya masih cinta sama kamu," ucap laki-laki itu tanpa basa-basi lagi. Seketika jantung Syanum kembali berpacu. Dadanya terasa sesak, wajah gugup sudah tak bisa ia sembunyikan. "Kak! Ingat Kakak sudah menjadi suami Syifa. Gak baik kalau Kakak terus seperti ini," potong Syanum yang semakin geram bila mengingat kata-kata Rifai barusan. "Tapi saya benar-benar masih mencintai kamu, Syan!" ulang Rifai kembali dengan wajah yang tertunduk. "Maaf, Kak, Syan harus pergi," ucap Syanum kembali dan membimbing kakinya untuk segera meninggalkan tempat itu. "Syan, saya mau kamu yang menjadi makmum saya," potong laki-laki itu. Namun apakah cinta di masa lalu itu akan selalu membayanginya? akankah masa lalu itu yang akan menjadi pelngkap imannya atau ada sosok lain yang menjadi imam dan pelengkap imannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines