Secepat Itukah? (based true story)

Secepat Itukah? (based true story)

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 27, 2018
Pada pribadi diri seseorang telah mempunyai tiketnya masing-masing. Kita hanya bisa mempersiapkannya berupa banyak amal shaleh ketika kendaraan tujuan Surga itu datang, Cepat atau lambat? Seperti halnya yang terjadi pada almarhum teman baruku. Beliau yang menempati kelas I/A memiliki pribadi yang baik, sholeh dan berbakti.
All Rights Reserved
#67
nyata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Archetypal [Terbit]
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • SAGATARIUS
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • Serambi Doa [REVISI]
  • 74/366

[WARNING! 18+] [DISTURBING, VIOLENCE, TRIGGER CONTENT!] * Apa yang istimewa dari hidup? Jika pertanyaan itu diberikan pada Ruby, maka jawabannya tidak ada. Memang tidak ada yang istimewa. Berkabut kelabu semua. Rumah, tempat yang seharusnya jadi sahabatnya untuk terus hidup itu sudah lama rusak. Keluarga, yang seharusnya jadi lentera juga sudah lama padam, yang tersisa hanya dingin, beku, dan sesak. Jadi, semua hal di dunia ini bagi Ruby hanya susunan konstelasi kosong yang sudah lama mati dan gelap gulita. Hingga siang itu, di bawah pohon rambutan tua itu, seorang anak laki-laki seusianya datang menyerobot duduk di samping Ruby seperti orang gila---atau mungkin memang demikian karena ini rumah sakit jiwa. Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Aku Navi Renggana. Kenapa wajahmu ditekuk terus? Mau bercerita? Tenang saja, aku ini orang gila." ©️Mayaothra 240721

More details
WpActionLinkContent Guidelines