HE'S my father

HE'S my father

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 14, 2018
"kamu anak pembawa sial!, mulai hari ini jangan panggil saya ayah karna kamu istri ku pergi untuk selamanya, jika kamu yang pergi dari dunia ini mungkin istri ku masih bersama kami sekarang, tapi jika istri ku yang pergi lalu siapa yang bisa menggantikannya heemmm?, pergilah aku tidak mau lagi melihat tubuh mu masih berada di rumah ini," "maaf kan aku ayah, keberadaan ku di sini hanya membawa beban untuk kalian, dan maaf untuk mu kak, aku tidak bermaksud merebut wanita yang kamu sukai, dan aku akan pergi dari kalian salam untuk bibik di rumah, tolong sampaikan ucapan trimakasih ku ini untuk beliau karna sudah merawat ku dari kecil, dan mau mengurus ku hingga dewasa sedangkan ayah kandung ku saja tidak menyukai ku sebagai anaknya, satu hal yang harus ayah tau, bagaimanapun sikap ayah pada ku, aku akan selalu berdoa semoga ada terselip cinta untuk ku di hati ayah" ucapnya sebelum pergi dari hadapan sang ayah.
All Rights Reserved
#66
percintaaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Home (Completed) (Repost)
  • The secret love
  • Eliinaa
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • I Love You But I Hate You
  • Imperfection
  • When Love is Breaking
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • Mencintai Sahabat Dadakan Ku
  • Gak Di Sangkah Ternyata' Aku Di Jodohkan Dengan Dirinya

"Siapa barusan? Kok enggak disuruh masuk dulu?" ayah kini mengalihkan fokusnya padaku. "Teman Yah. Tadinya mau turun tapi aku bilang gak usah, gak enak udah malem," kataku lalu berjalan meninggalkan ayah. "Harusnya suruh masuk dulu, biar ayah tahu kamu berteman sama siapa?" katanya lagi. Aku memutar mataku jengah. Lalu berbalik menghadap ayah. Lalu berjalan mendekatinya. Menggelayutkan tanganku di tangan kekar laki-laki paruh baya yang selalu merasa khawatir padaku, seakan-akan aku ini masih gadis kecilnya. Satu hal yang ayah lupa aku kini sudah berusia 26 tahun dan aku sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Ayah, dia itu bukan siapa-siapa! Ayah gak usah khawatir kakak udah 24 dan bisa jaga diri," kataku sambil menggiring ayah masuk ke dalam rumah. Kudengar ayah menghela nafasnya, "Kamu itu permata ayah satu-satunya, harus benar-benar ayah jaga, karena ayah tidak akan memaafkan diri ayah sendiri jika sesuatu terjadi sama kamu," katanya. Aku mengelus lengan ayah, "Ayah gak usah khawatir! Kakak gak akan buat ayah kecewa," kataku lalu masuk ke dalam rumah. Ayah kemudian melepaskan lenganku yang menggamit menutup pintu depan dan memastikannya agar terkunci rapat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines