Story cover for Lelah  by ditaaana
Lelah
  • WpView
    reads 10,023
  • WpVote
    Stemmen 333
  • WpPart
    Delen 24
  • WpView
    reads 10,023
  • WpVote
    Stemmen 333
  • WpPart
    Delen 24
Compleet, voor het eerst gepubliceerd mrt. 27, 2018
Harus berapa kali aku berkata?
Sampai kapan aku bertahan? 
Dalam situasi ini 
Dalam penderitaan ini 

Kenapa tak ada yang perduli? 
Kenapa tak ada yang bisa menenangkanku? 
Kenapa semuanya terjadi? 
Kenapa aku seperti ini? 

Berkali kali aku berkata 
Aku lelah 
Sangat lelah 

Tapi aku tak boleh menyerah seperti ini 
Aku harus bangkit 
Aku harus bahagia 
Meskipun aku tak tau bagaimana caranya
Alle rechten voorbehouden
Meld je aan om Lelah aan je bibliotheek toe te voegen en updates te ontvangen
of
Inhoudsrichtlijnen
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat door zei_llyn
18 delen Lopende
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Je bent misschien ook geïnteresseerd in
Slide 1 of 10
Happy Ending For Second Male Lead (END) cover
[END]  Oh my baby..   cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Lelah cover
Lost Stars cover
LOVE is YOU cover
HELL PRISON || KAZUSCARA 🔞 cover
Take My Hand And Never Let It Go cover
Destiny cover
Your Secret[Sukufushi✓] cover

Happy Ending For Second Male Lead (END)

36 delen Lopende

[BL Story] Bagaimana kehidupan sang second male lead setelah cerita utama berakhir Apakah dia bisa menemukan kebahagiaan bersama orang lain atau tetap sendiri karena cintanya yang terpaku pada sang female lead..... _____________________________________