Black Roses Around Me

Black Roses Around Me

  • WpView
    Reads 730
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 5, 2018
Lebih baik aku mati dan dikuburkan secara layak, daripada tubuh dan pikiranku hidup tapi jiwaku telah habis perlahan. - Melissa Aleyna Dennizer. Hanya mawar hitam, payung hitam, pakaian hitam. Semua bernuansa hitam. Yang selalu mengelilingi nya. Tidak ada warna lain selain itu. This is my second story guys, happy reading! :)
All Rights Reserved
#99
black
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FADING IN THE SILENCE
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • RAQUEENZA
  • THE UNYIELDING  [END]
  • DENNIES
  • She(r)

"Bagaimana rasanya hidup tanpa rasa sakit... tetapi justru perlahan menuju kematian?" Aku Evelyn, gadis tanpa rasa sakit. Seberapa hancur tubuhku, aku tak pernah tahu bagaimana rasanya nyeri. Tulangku bisa retak, kulitku bisa lebam, tapi semua itu tak berarti apa-apa. Namun, hati... itu berbeda. Luka di tubuhku tak terasa, tapi luka di dalam sini-di tempat yang tak terlihat-terus menganga tanpa henti. Aku mungkin kebal terhadap rasa sakit fisik, tapi tidak dengan kesepian, penyesalan, dan rasa tak diinginkan. Karena ternyata, ada hal yang tidak lebih menyakitkan daripada tubuh yang remuk-hati yang perlahan hancur tanpa pernah bisa sembuh. "Aku sudah mati, tapi tubuhku tidak di kuburkan karena masih bernyawa." ---- Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi belaka. Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau kejadian, itu hanyalah kebetulan semata. Tidak ada maksud untuk menyinggung pihak mana pun. Cover by: canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines