puisi
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 28, 2018
Jika saja sukma ini di paksa untuk berkata mungkin saja sesuatu apapun takkan mampu untuk menalarnya. Telah begitu banyak rasa dalam sukma yg telah berganti rupa menjadi hampa. bayangkan saja, jika nalar yg selalu menalar kini kabur, hilang bahkan pudar, apakah masih ada sukma yg akan memperhatikan nurani yg kadang tak seirama dengan bunyi sunyi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ₛₑₘₑₛₜₐ
  • Fools
  • Lengah Dikit Oversharing sama Kang Cilok (JOONGDUNK)
  • Kehidupan Yang Saya Lihat (END)
  • AKU
  • childhood friend
  • • KECEWA ~
  • Tak Seindah Biasa

kehidupan caca di ibaratkan seperti kepingan puzzle, berserakan, tak beraturan, akan tetapi bagaimana jika dari puluhan ataupun bahkan ratusan keping puzzle tersebut ada 1 saja yang hilang? bisakah caca tetap berdamai dengan diri nya ketika gambar tersebut memang sudah terlihat namun masih ada 1 saja yang bolong atau kosong karena sekeping puzzle yang hilang? yang jelas ini semua bukan tentang puzzel.

More details
WpActionLinkContent Guidelines