We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Posesif; D.O [EXO]

Posesif; D.O [EXO]

  • WpView
    Reads 23,978
  • WpVote
    Votes 766
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2020
WpInfo
Fanfic
EXO
Pernah ga sih kalian ngerasain gimana rasanya punya atasan yang dingin, mukanya ditekuk terus, pelit senyum, dan perfeksionis? Itu yang gue rasain sekarang, punya bos yang bener bener posesif ke gue. Padahal gue kan pegawai dia doang? Warning; [17++] Mature Content, be smart reader. Gausah w kasih tau lagi ya, yang belom cukup umur harap skip aja bagian yang 17++ nya. Kalo maksa baca, dosa ditanggung masing masing!
All Rights Reserved
#51
chanyeol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aleum And 7
  • MORALLESS
  • Surrogate Mother
  • Criminal Prince ✔
  • THE SWEET BROTHER CRAZY (EXOxEND)
  • JUST BE MINE
  • Pak Duda Muda
  • My Coldest Boss | Seoksoo [✔]
  • My Boss Is OverHormone🔞 (VKook END)

"Dia Aleum." "Maksudmu?" "Dia adik kita." Hidup mereka rasanya tanpa arah saat sang Ayah yang merupakan orang tua satu-satunya untuk mereka pergi dari dunia ini, ditambah lagi, saat anak tertua dari keluarga Kim memperkenalkan seorang gadis kecil berusia empat tahun yang sedang mengenakan baju duka dihiasi dengan wajah sembabnya. "Kau gila?! Anak ini berusia empat tahun! Jungkook bahkan berusia empat tahun! Bagaimana bisa dia menjadi adik kita?" Anak kedua keluarga Kim menatap kakaknya tidak mengerti, ohhh ayolah, mereka sudah dikagetkan dengan kepergian ayah mereka secara tiba-tiba, tidak lucu jika bercanda dengan membawa anak gadis berusia empat tahun untuk mereka urus. "Aku tidak tahu Yoongi. Nama anak ini ada disurat yang ditulis ayah! Aku bahkan baru melihatnya saat seorang wanita tua membawanya kesini." Yoongi hanya bisa memijat dahinya frustasi, ia menatap anak itu dengan wajah berkerut nya, anak berusia empat tahun, seorang gadis, dam sepertinya terlihat cengeng. "Kau yakin?" "Aku harus yakin, bagaimanapun dia juga bagian dari kita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines