ILUSI DALAM HARAPAN

ILUSI DALAM HARAPAN

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 18, 2021
Kau tau, tentang mengilusikan seseorang dalam harapanmu. Tentang dia yang mungkin tak menghiraukanmu. Kau, bayangnya dalam gelap. Haha, bayang dalam gelap? YA! Apa kau bisa melihat bayang dalam gelap? Tidak kan. Sama sepertinya, tak kan pernah melihatmu. Tapi kamu harus tau, bayanganmu adalah dirimu. Kamu tau dirimu. Sama sepertinya, tau dirimu. Karena apa? Karena kau bayangnya. Tenang saja. Tak perlu risau, tak perlu khawatir. Dan kau tau? Mengilusikan seseorang dalam harapanmu memang tak salah. Tak ada yang salah dalam berusaha. Tapi kau tau akibatnya jika ilusimu tak terealisasikan? YA! Sakit memang. Tapi ingat! Dirimu adalah obatmu. Jika kamu tak mau mengobatinya, kamu akan terus terluka. Bangkitlah! para pejuang realitas ilusi! Aku bersamamu! Lebih tepatnya, kita bersama!
All Rights Reserved
#368
ungkapan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Senja Dan Jingga
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • SEMESTAKU
  • (MIN)E SUGA / (MIN)E YOONGI (END)
  • Black Marriage [SELESAI] ✓

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines