PSÉMATA

PSÉMATA

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 22, 2018
Sewaktu masih Remaja jika Menyukai atau Mencintai seseorang, Orang Dewasa akan menganggap kalau itu Cinta Monyet, dan mengatakan "Kau akan melupakannya beberapa minggu lagi". Tapi bagaimana denganku? Aku sudah menyukainya sedari kecil, dan perasaan ini masih ada sampai aku menginjak usia 24 tahun. Dan sampai sekarang aku masih "Berbohong" kalau "DIA" bukanlah orang yang kucintai. Aku takut kalau "DIA"lah Cinta terakhirku. Sudah Cukup Dia hanya menjadi Cinta Pertamaku. _________________________________________ Ini menyakitkan... Dia Telah melupakanku, bagaimana bagaimana dengan janjinya waktu itu? Janji yang sudah lama kutunggu akan terlaksana. _________________________________________ "Apa kau mengingatku?" Kata yang pertama kali keluar saat Bertemu kembali setelah 6 tahun lamanya. {Vremya Rinelind Parousia} (Siapa gadis ini? Kenapa aku merasa sangat merindukannya? Dan kenapa Jantungku berdegup kencang?) {Leon Solntse Silny}
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Butterfly Effect
  • I Want You To Know(SLOW UPDATE)
  • The Rainy Nights (END)
  • PADA SEBUAH BUKU
  • Yang Tertinggal
  • When his name is
  • Mungkin? (Tamat)
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat

Di usia yang telah memasuki 25 tahun, aku merasa seperti seorang penonton di pinggir lapangan, tersingkir dari hiruk-pikuk serunya kisah cinta masa remaja yang dulu begitu membara. Mati rasa kini perlahan menggerogoti diriku, mengambil alih hari-hari yang dulu dipenuhi oleh harapan dan semangat. Tak ada lagi senyuman yang muncul di pagi hari karena antusiasme akan bertemu kekasih di sekolah. Tidak ada lagi getaran hati ketika mendengar deru sepeda motor yang selalu menemaniku menuju sekolah. Tidak, tidak ada lagi. Yang tersisa hanyalah rutinitas hari-hari yang melelahkan, penuh kesal dengan pekerjaan yang semakin menumpuk, seakan-akan menyerap semua energiku. Hari-hari yang terasa monoton diisi oleh rentetan pekerjaan yang tidak ada jedanya. Aku, Ayleena Pratiwi, merindukan kupu-kupu kecil yang pernah berterbangan dalam perutuku--sensasi aneh namun menyenangkan yang dulu selalu menemaniku. Perasaan mulas disertai jantung yang berdegup kencang, yang dulu begitu intens kini hanya menjadi kenangan samar. Rasanya seperti berusaha mengingat melodi sebuah lagu yang pernah ku dengar, namun seiring waktu, liriknya hilang dari ingatan. Ah, kapan terakhir kali aku merasakannya? aku bahkan sudah lupa. UPDATE TIAP JAM 7 MALAM

More details
WpActionLinkContent Guidelines