Titania

Titania

  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 4, 2019
Reina Astrid Titania Bertemu Dengan Angga Tristan Pratama Disaat Terlambat Di Kegiatan MOS. ternyata tanpa gadis itu sadari Anggalah yang berhasil membuat dirinya berubah menjadi gadis yang bisa menghargai uang keluarga dan waktu di dalam kehidupan ini. Sama Dengan Reina. Sikap Reinalah Yang Membuat Angga Bisa Berubah Tersenyum dan mencoba menghargai wanita Setelah Kepergian Orang Yang Dia Sangat Sayangi. Tapi Apakah Mereka Bisa Bersatu Jika Sebuah Hubungan Di Mulai Dengan Rasa Penasaran dan juga Dengan Keadaan Yang Ternyata Harus Memisahkan Mereka Di Tempat Yang Sama Yaitu Birunya Lautan Dan Putihnya Pasir Pantai?
All Rights Reserved
#572
terbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alsava Dan Lukanya [ON GOING]
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Puisi Cinta [END]
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Still Here (COMPLETED)
  • Si ASE (Tamat)
  • Mendadak Menikah (SELESAI)
  • It's You

[Murni hasil pikiran sendiri, NO PLAGIAT❌] Sebelum lanjut ke cerita, baca dulu sinopsisnya, ya! Setelah itu, temani gadis cantik ini dalam perjalanannya menuju kebahagiaan. Perjalanannya tidak mudah, penuh luka dan air mata, tapi siapa tahu, di ujung jalan ada kebahagiaan yang menunggunya. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Vote dan Komentar sebelum atau sesudah membaca, yaa🥰💐. Happy Reading! Alsava Triadista Lyana, seorang gadis cantik yang menjalani hidup penuh penderitaan. Sejak kecil, ia sudah dibenci oleh Mama, Papa, bahkan Abangnya sendiri. Tak ada kasih sayang, tak ada perhatian-yang ada hanya kebencian yang terus menghantuinya. Saat SMP, ia sering dibully dan dihina habis-habisan oleh teman-temannya. Mereka memperlakukannya seolah ia adalah sesuatu yang menjijikkan, seolah keberadaannya tidak pernah diinginkan. Entah apa penyebabnya, ia sendiri tidak tahu. Yang ia tahu, semua orang membencinya tanpa alasan. Kini, ketika ia mulai beranjak SMA, semuanya justru semakin parah. Ia semakin sering direndahkan, diperlakukan seolah bukan manusia, dan dihina tanpa henti. Seakan dunia ini tidak menyisakan tempat sedikit pun untuknya. Kehidupan Alsava terasa menakutkan. Salah melangkah sedikit saja, ia bisa hancur. Mama dan Papa begitu kejam, Abangnya pun tak jauh berbeda. Tak ada yang bisa ia andalkan, tak ada tempat untuknya berlindung. Tapi ia tetap bertahan. Meski sakit, meski lelah, ia tetap berharap. Berharap suatu hari nanti, ia bisa merasakan kasih sayang dari keluarganya. Berharap kebahagiaan itu akhirnya akan datang menghampirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines